Batasan suci makam Almagfurlah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Sudah di Berlakukan

0
203

LOTIM, POROSLOMBOK -Pasca di launching nya wisata religi dan Dokumentasi Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada kamis, 28 Januari 2021 oleh Bupati Lombok timur di Gadung Birrul Walidain. Pada hari Jum’at 29 Januari 2021 di berlaku kan nya beberapa konsep tata kelola area berupa pembatasan area suci.

Ditemui oleh awak media saat memantau para peziarah makam. Ashwan kailani yang adalah Dosen Universitas Hamzanwadi dan juga sebagai Tim pengembang Wisata Religi dan Dokumentasi Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mengatakan bahwa selain pemberlakuan area suci juga di tetapkan aturan untuk menggunakan alas kaki berupa (terompah). Kenapa terompah.? Lebih ke inmemoriam.

Selain sebagai alas pengganti yang akan di gunakan di area suci juga menjadi wujud melestarikan kearipan lokal dan mengenang masa masa dimana terompah sebagai alas kaki yang trend pada masa nya dulu.(red. Saat awal awal nya (Almagfurlah) mendirikan pondok pesantren). Tegas nya.

Baca Juga :  Pengusaha Tahu Sukses Di Bukit Sembalun Omset 15 Juta/ Bulan

Lebih lanjut di katakan ashwan bahwa penggunaan terompah dan pembatasan area suci adalah bagian dari konsep tata kelola tahap awal dari master plan yang sudah di rancang oleh tim dari Kerja sosialisasi bersama masyarakat pancor dan tokoh yang pernah di kunjungi.

Adapun grand desain dari wisata religi ini nanti akan mendata potensi potensi yang bisa menjadi daya tarik tamu/ peziarah berupa tradisi Budaya, seni juga kuliner yang ada di desa pancor yang di juluki kota santri ini.

Lanjut di katakan ashwan. program pengembangan wisata religi dan Dokumentasi Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid nanti nya juga akan membuat museum sebagai tempat untuk melihat dan mengenang sejarah perjalanan perjuangan Almagfurlah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid berupa karya – karya dan benda benda peninggalan beliau. (red. Almagfurlah). Lokasi museum sudah di siapkan di Bangunan Birrul Walidain lantai 1 sekaligus juga menjadi Kantor sekretariat Tim pengembang Wisata Religi.
Alhamdulillah. Sambung Ashwan yang juga sebagai Tim pengadaan dan pengelola area musium Pahlawan nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada musium negeri nusa tenggara barat di mataram ini.

Baca Juga :  Membanggakan! 2 Siswa Asal Rumbuk Rengkuh Gelar Juara 1 Pencak Silat Tingkat Kabupaten

Terkait dengan pengadaan musium ini pihak dari musium negeri provinsi nusa tenggara berat di mataram sangat menyambut baik dengan memberikan space di musium negeri untuk tempat di pajang nya beberapa karya dan peninggalan Almagfurlah baik itu berbentuk duplikasi dan photo. Tutupnya. (Red-PL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here