close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.6 C
Jakarta
Senin, Januari 19, 2026

Rp250 Miliar dan Lubang-Lubang Jalan di Lotim yang Tak Kunjung Ditambal

(PorosLombok.com) Suara roda motor berderak memecah pagi di jalan utama Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Asap tipis dari debu kering membumbung setiap kali kendaraan lewat, menyapu permukaan jalan yang penuh lubang dan retakan tua.

Jika hujan datang, jalan ini berubah menjadi aliran air setinggi mata kaki. Air menggenang di bahu jembatan tua, menyembunyikan perangkap lubang yang siap mencelakai pengendara.

“Kalau hujan, jalan ini seperti sungai. Air menggenang di bahu jembatan,” keluh Dayat, warga setempat, Rabu (28/05). Ia sudah bertahun-tahun melintasi jalur itu untuk mengantar anaknya ke sekolah dan menjual hasil kerajinan.

Jalan penghubung Loyok–Gelora itu bukan sekadar lintasan. Ia adalah nadi kehidupan warga: mengantar pasien ke Pustu dan Polindes, serta mengalirkan produk bambu dari desa wisata ke tangan pembeli.

Warga sempat berharap, ketika H. Haerul Warisin alias Haji Iron—putra asli Sikur—terpilih sebagai Bupati Lombok Timur bersama H. Moh. Edwin Hadiwijaya, kerusakan jalan di Loyok akan segera ditangani.

Namun, setelah hampir seratus hari masa kepemimpinan Iron–Edwin, jalan itu tetap sepi dari alat berat. Tidak ada tanda-tanda perbaikan dimulai, apalagi selesai.

Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, menjelaskan bahwa jalan Loyok belum masuk dalam skala prioritas perbaikan pada APBD 2025. Masih ada proyek lain yang dianggap lebih penting.

“Jalan Loyok memang penting, tapi saat ini kami harus selesaikan dulu proyek jalan Terara–Embung Raja,” kata Yusri, saat dihubungi PorosLombok. beberapa Waktu lalu.

Menurutnya, sebanyak 81 ruas jalan menjadi fokus pembenahan tahun depan. Namun Loyok, yang notabene adalah desa wisata, belum termasuk dalam daftar itu.

Kekecewaan warga semakin menjadi-jadi. Pelaku wisata meradang. Akses yang buruk membuat wisatawan enggan datang. Beberapa tamu hotel bahkan membatalkan kunjungan.

“Kami rugi besar saat libur panjang kemarin. Akses buruk bikin tamu urung datang,” ujar salah satu pengelola homestay di Loyok. Jalan berlubang menjadi musuh utama promosi desa.

Di sisi lain, beberapa waktu lalu Pemerintah Daerah Lombok Timur justru mengumumkan rencana besar: anggaran Rp250 miliar dari dana percepatan untuk membenahi infrastruktur jalan kabupaten.

Angka yang fantastis itu langsung diklaim sebagai bagian dari janji kampanye Bupati Iron. “Melalui dana percepatan, kita anggarkan Rp250 miliar termasuk untuk jalan berlubang,” ujarnya.

Pernyataan serupa datang dari Mantan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lombok Timur, Lalu Kurnia Darmawan. Menurutnya, Pemda tengah mengajukan MoU dengan DPRD karena proyek ini bersifat multiyears.

“Sudah fix direncanakan Rp250 miliar. Tapi realisasi tergantung hasil MoU,” kata Lalu Kurnia. Ia menambahkan, saat ini masih dilakukan finalisasi titik-titik jalan berlubang yang akan ditambal.

H.Iron menyadari keraguan warga. Ia meminta pengawasan dari masyarakat agar kualitas jalan nantinya tidak abal-abal. “Tolong nanti teman-teman awasi saat pengerjaan supaya kualitasnya diutamakan,” katanya.

Ia juga menyerukan peran serta warga dalam menjaga jalan setelah diperbaiki. Namun, yang tidak ia sebutkan adalah kapan giliran Loyok akan mendapat sentuhan aspal baru.

Warga menunggu. Lubang tetap menganga. Jembatan tua dari era Orde Baru masih berdiri rapuh, menyambut lalu lalang warga yang setiap hari berjudi dengan keselamatan.

Di balik gegap gempita angka Rp250 miliar, Loyok masih seperti dulu. Sebuah desa wisata yang setiap musim hujan kembali jadi danau darurat. Dan lubang-lubangnya, tetap tak kunjung ditambal.

(arul/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER