Lotim, POROSLOMBOK – Berbagai upaya dilakukan dalam dengar pendapat untuk sosialisasi Pancasila diantaranya pertandingan badminton volly ball dan permainan untuk anak dan puncaknya lomba karaoke setelah acara puncak 26 Agustus yang lalu di rumbuk.

Tantangan yg dihadapi saat ini menurut H Achmad Sukisman mulai lunturnya nilai agama dan nilai budaya akibat minimnya publik figur sehingga banyak terjadi krisis Aklak dan moral berakibat terjadinya pelanggaran hukum hak asasi dan ketidak Adilan.

Sukisman menambahkan konflik sosial terjadi sehingga tauran antar kampung dan desa mudah tersulut meskipun peristiwa kecil. Padahal saat ini kita menghadapi wabah pandemi covid 19. Kondisi ini diperparah lagi dengan mulai lunturnya kepercayaan masyarakat dibidang ekonomi politik dan hukum.

Baca Juga :  Puting Beliung, Rusak Atap Rumah Seorang Warga di Desa Loyok

Pemahaman dan penghayatan terhadap nilai nilai yg terkandung dalam Pancasila juga mulai pudar sejak repormasi sehingga MPR RI segera mengambil peran sebelum hal terparah terjadi.

Kondisi global perang dingin Amerika dan Tiongkok dikhawatirkan berimbas di Indonesia. Diperparah lagi dengan covid 19 yang menjadi tragedi dunia hingga saat ini belum diketahui obatnya.

Pengalaman Indonesia selama 350 tahun dijajah dengan sistem adu domba tentu diharapkan tidak terulang kembali dan segera disadari warga Indonesia.
Sukisman juga mengemukakan berapa banyak pahlawan yg berkorban untuk kemerdekaan dan meninggal sia sia akibat diadu domba. Pengalaman buruk yang menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia jangan sampai terulang kembali.

Baca Juga :  Poros Tengah dan Relawan Cagub Jadi Wujud Aspirasi Masyarakat di Pilgub NTB 2024

Sukisman menghimbau agar kita kembali mempertahankan kemerdekaan lewat menanamkan kembali nilai agama budaya. Disamping menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara. Meningkatkan kerukunan sosial agama suku bahasa adat budaya dengan toleransi yg utuh satu dengan yang lainnya.

Perbedaan yg spesifik di Indonesia tapi mampu merdeka atas keinginan dari suku suku bangsa di Indonesia menjadi modal penting meskipun tantangan sangat besar.
Indonesia yg besar dan luas ini perlu dijaga oleh rakyatnya mengingat luasnya saja mengalahkan benua eropah. Dengan luas 1.9 juta km2 daratan dan 3.3 juta km2 perairan.

Baca Juga :  Karyawan Jangan Takut Tidak Dapat THR!, Disnakertrans Lotim Akan Dirikan Posko Pengaduan

Indonesia juga terdiri dari 1.340 suku dengan 652 bahasa daerah serta 17.504 pulau. Saat ini dibagi menjadi 34 provinsi dengan 416 kabupaten 98 kota yang terbagi menjadi 7.024 kecamatan dan berdiri 81.626 desa kelurahan. Diyakini jumlah provinsi kabupaten kota kecamatan dan desa akan bertambah jika moratorium pemekaran dicabut pemerintah.
Karenanya sukismsn berharap agar kita tetap utuh tidak mudah terpecah belah dan diadu domba saat pilkada saat ini. (tim Poros)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini