close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.6 C
Jakarta
Kamis, Januari 22, 2026

Bupati Lotim Buka Peluang PPPK Jadi Kepala Sekolah Tapi Wanti-wanti Guru Jangan Kalah Digital dari Murid

(PorosLombok.com) – Kabar segar berhembus bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Bupati H. Haerul Warisin atau yang akrab disapa H. Iron, secara terbuka menjanjikan peluang besar bagi PPPK untuk menduduki jabatan strategis.

​Komitmen ini disampaikan H. Iron di sela-sela agenda perpanjangan SK PPPK, Kamis (08/01/2026).

Menurutnya, PPPK kini memiliki hak dan peluang yang setara dalam pengembangan karier struktural di lingkup pemerintahan daerah.

​H. Iron menegaskan bahwa status PPPK saat ini bukan lagi sekadar tenaga kontrak biasa, melainkan bagian utuh dari ASN. Hal inilah yang mendasari kebijakannya untuk membuka jalan bagi mereka menduduki kursi jabatan sebagai Kepala Sekolah.

​Bahkan, langkah progresif sedang dipersiapkan oleh Pemkab Lombok Timur. H. Iron mengaku tengah mengupayakan agar posisi Kepala Puskesmas juga bisa diisi oleh tenaga PPPK melalui usulan resmi yang kini sedang berproses.

​”Saya komitmen PPPK wajib saya perpanjang. Bukan diperpanjang saja, tapi Anda bisa jadi kepala sekolah. Bahkan sedang kami usulkan supaya PPPK bisa jadi Kepala Puskesmas, suratnya sudah jalan,” tegas H. Iron.

​Namun, di tengah angin segar soal karier tersebut, H. Iron menyelipkan sentilan yang cukup menukik bagi para pendidik. Ia menceritakan pengalaman unik sekaligus menggelitik saat didatangi seorang guru SMP yang mendadak menghadap dirinya.

​Alih-alih meminta kenaikan pangkat atau jabatan, sang guru justru memohon untuk pensiun dini. Alasannya cukup ironis dan membuat Bupati geleng-geleng kepala, yakni karena merasa menyerah menghadapi era digitalisasi atau gaptek.

​”Dia bilang, ‘Pak Bupati saya mohon pensiun karena saya tidak paham digitalisasi’. Kalau memang sisa masa kerjanya tinggal 2-3 bulan, ya silakan saja. Tapi kalau masih lama, ini harus berbenah,” cerita H. Iron disambut tawa tipis hadirin.

​Pesan ini menjadi pengingat serius bagi para guru di Lombok Timur. H. Iron mewanti-wanti agar tenaga pendidik tidak berhenti belajar dan terus mengasah kemampuan digitalnya agar tidak tertinggal jauh oleh kemajuan para siswa.

​Ia tidak ingin wibawa guru jatuh di depan kelas hanya karena kalah lincah dibandingkan siswanya dalam mengoperasikan teknologi. H. Iron mengingatkan jangan sampai posisi guru justru menjadi sasaran empuk kejahilan siswa yang lebih melek teknologi.

​”Teruslah belajar, ikuti zaman. Jangan sampai kalah sama murid, nanti Anda diakal-akali sama mereka,” ucap H. Iron dengan nada humor namun penuh penekanan.

​Suasana semakin cair saat Bupati yang dikenal ceplas-ceplos ini melontarkan guyonan soal peluang politik pada 2029 mendatang. Ia menyebut PPPK juga punya peluang mencalonkan diri sebagai anggota DPR, asalkan bersedia berhenti dari status ASN.

​Menutup arahannya, H. Iron menekankan pentingnya pelayanan publik yang ramah, terutama di sektor kesehatan. Ia meyakini bahwa senyum tulus dari petugas medis adalah faktor utama yang bisa membantu mempercepat kesembuhan pasien di Lombok Timur.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER