(Poroslombok.com) – Langkah berani diambil Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, demi membawa atensi pusat ke Bumi Patuh Karya. Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa H. Iron ini nekat bertolak ke Jakarta tanpa undangan resmi demi melobi Presiden Prabowo Subianto agar menginjakkan kaki di Ekas.
Hal itu diungkapkan H. Iron dalam sambutannya saat acara pelantikan dua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berlangsung di Pendopo Bupati, Kamis (8/1/2026).
Ia mengaku manuver “jemput bola” ini dilakukan usai mengendus kabar bahwa kementerian terkait tengah mencari lokasi untuk diresmikan Presiden.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) kabarnya diminta mencari satu lokasi terbaik dari 1.000 kampung nelayan untuk didatangi Presiden. Tanpa pikir panjang, H. Iron langsung terbang menemui Wakil Menteri KKP untuk memastikan Kampung Nelayan Merah Putih di Ekas masuk dalam prioritas utama.
”Begitu dengar ada penilaian 1.000 kampung nelayan dan Presiden akan meresmikan salah satunya, saya langsung inisiatif. Tanpa diundang saya datang ke Jakarta menemui Pak Wamen,” ungkap H. Iron di hadapan para pejabat yang hadir.
Ambisi H. Iron mendatangkan orang nomor satu di Republik ini bukan tanpa alasan. Kehadiran Presiden dianggap sebagai pengakuan sejarah bagi masyarakat Jerowaru dan Batu Nampar yang kini akhirnya bisa menikmati air bersih melalui SPAM Pantai Selatan setelah puluhan tahun menanti.
Tak sekadar menanti, Pemkab Lotim telah menyiapkan amunisi lengkap untuk meyakinkan pusat terkait kesiapan daerah. Mulai dari laporan kesiapan lahan seluas 7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat hingga penyediaan 20 hektare untuk Sekolah Garuda.
Lombok Timur juga memposisikan diri sebagai daerah garda terdepan dalam mendukung program nasional. Saat ini, kabupaten tersebut mengklaim sebagai salah satu wilayah dengan titik pelaksanaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak di Indonesia.
”Saya akan sangat kecewa kalau Pak Presiden tidak datang, karena jajaran Kadis kami sudah bekerja maksimal menangkap program pusat. Tapi kalau beliau tetap tidak hadir, ya tidak apa-apa, meski jelas saya kecewa,” ujarnya.
Di balik ambisinya ke pusat, H. Iron juga membawa kabar membanggakan soal kondisi finansial daerah. Ia mengumumkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur sukses menembus angka 99,45 persen, sebuah capaian yang ia sebut sebagai torehan sejarah baru bagi Lotim.
Capaian ini diraih saat daerah sedang menghadapi ujian berat berupa cuaca ekstrem yang merusak infrastruktur vital. Meski dihantam ancaman banjir dan jembatan putus, stabilitas fiskal daerah justru menunjukkan performa yang sangat solid di bawah kepemimpinannya.
Keberhasilan ini disebutnya sebagai hasil dari pola kepemimpinan yang disiplin dan “keras” terhadap jajaran OPD. Sambil berkelakar, H. Iron menyebut keberhasilan PAD ini berkat dorongan kuat kepada Kepala Bapenda, sembari menekankan pentingnya infrastruktur agar ekonomi tetap merangkak naik.
(arul/PorosLombok)













