Desa Loyok Launching Program Posyandu Keluarga

0
232

LOTIM. POROSLOMBOK – Program unggulan revitalisasi Posyandu dalam visi NTB Gemilang segera terwujud, Khususnya di Lombok Timur. Posyandu dengan pendekatan keluarga ini dilaksanakan di seluruh desa, termasuk di desa Loyok Kecamatan Sikur yang pada hari ini Selasa (6/10/20) melaunching program Posyandu Keluarga.

Launching Posyandu Keluarga dilaksanakan di dusun Loyok Timur yang di hadiri Kasi Promkes Dikes Lombok Timur Hj. Dian Susilawati, S.T. M.Keb, Camat Sikur Lalu Putra, Kepala Puskesmas Kotaraja Lalu Muh.Yunus, SKM, Perangkat Desa Loyok, dan tamu undangan.

Kasi Promkes Dikes Lombok Timur Hj. Dian Susilawati, S.T. M.Keb, dalam sambutannya menyampaikan, atas nama Dikes Lotim, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa Loyok dalam menyelenggarakan kegiatan Posyandu Keluarga ini. Di desa Loyok sendiri ucapnya, baru dua dusun yang bersedia untuk melaksanakan posyandu keluarga.

Baca Juga :  Sambut HUT Bhayangkara ke 77, Sat Intelkam Polres Lotim Sasar Bansos di Dua Lokasi

Ia berharap, kedepannya bisa untuk dilaksanakan di semua dusun yang ada di desa Loyok dengan kerja sama semua masyarakat desa untuk memberikan kontribusi yang maksimal dalam pelaksanaan Posyandu Keluarga.

”Peran serta masyarakat terutama ikut dalam pelaksanan kegiatan ini dengan semangatnya, sehingga nanti jumlah sasaran yang hadir di posyandu itu maksimal kita dapatkan” ujar Dian.

Ia juga memaparkan, Posyandu Keluarga ini memberikan 4 jenis layanan. Layanan tersebut yaitu, Posyandu ibu dan anak, Posyandu Remaja, Posyandu Lansia dan Posyandu Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU-PTM).

Baca Juga :  TGH Hazmi Hamzar, Optimis Masuk Ke Senayan

Dijelaskannya juga, Posyandu ini dilaksanakan pada semua tahapan siklus kehidupan manusia. karena itu, sasarannya pada sasaran bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui pelayanannya pada posyandu ibu dan anak. Pada usia 10 tahun sampai 19 tahun pelayanannya di remaja, kemudian untuk yang 15 tahun sampai 59 tahun itu pelayanannya di Posbindu. Sedangkan untuk usia 60 tahun keatas pelayanan posyandunya di Posyandu di lansia.

“Alangkah sempurnanya jika pelaksanaan Posyandu ini didukung oleh Bang Sampah sebagai tambahan dana sehatnya nanti. apalagi di wilayah ini akan ada hidroponik yang untuk setiap anggota keluarga atau setiap keluarga disaranakn melakuakn gerakan membuat tanaman dengan hidroponik ini” tuturnya.

Baca Juga :  Gempa Lombok Mengukir Sejarah Berdirinya Lembaga Raudlatul Abror

Jadi, selain tanaman hidroponik yang memberikan bentuk manfaat yang banyak dengan sayur mayurnya, atau sebagai apotik hidupnya, ini juga merupakan bagian dari tambahan untuk gizi dari keluarga itu sendiri dengan pemanfaatan pekarangannya.

Masih menurut Hj. Dian, semua ini untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. karena sekarang Program Kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan, Kemenkes, dan Puskesmas adalah pendekatan pendekatan keluarga. sehingga pelayanan kesehatan yang dilakukan berbasis keluarga.

“Inilah kenapa hadir Posyandu Keluarga, jadi semua anggota keluarga itu diberikan pelayanan kesehatannya” tutupnya.
(Mr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini