Pemda Lotim Canangkan Pantai Ekas Go Internasional

0
470
FOTO:Bupati Lotim HM.Sukiman Azmy, bersama Kadis Perikanan dan Kelautan,Kadis PUPR,Kadis PPKAD,Kadis Pariwisata,Kadis Perindag,Ketua KONI NTB,Camat Jerowaru dan dua orang investor asing dari korea selatan dan singapura saat acara presentase di lesehan terapung ekas.

LOTIM,Poroslombok.com-Dibalik bentang alam nya yang gersang karna mengalami kekeringan setiap musim kemarau tiba, Wilayah kecamatam Jerowaru yang yang terletak di bagian ujung selatan pulau lombok ini memiliki pantai yang mempesona nan eksotis.Pantai Ekas,ya begitulah masyarakat lokal menyebutnya.

Panas yang menyengat,ombak laut yang tenang dan angin pantai yang sesekali berhembus sepoi-sepoi membuat siapapun yang berkunjung ke tempat ini akan merasakan kedamaian. Tak sampai disitu, ketertarikan dua orang investor asing yang memiliki hasrat tinggi untuk mengembangkan tempat ini sebagai wisata bahari bertarap internasional menjadi angin segar bagi para pelaku wisata dan masyarakat setempat.

Mr.Bek dari Korea Selatan,dan Nyonya Aisyah dari Singapura adalah dua nama yang disebut-sebut sudah menunjukkan kesungguhannya untuk berinfestasi ditempat itu. Hal itu terlihat saat keduanya menyampaikan presentase terkait rencana kedepan di hadapan Bupati Lombok Timur beserta 5 orang kepala dinas dan satu orang dari pejabat provinsi NTB belum lama ini.

Pejabat yang hadir pada gelar acara presentasi yang dilaksanakan di sebuah lesehan terapung tengah laut ekas tersebut antara lain:Kadis Perindag,Kadis PPKAD,Kadis PUPR,Kadis Pariwisata,Kadis Perikanan dan Kelautan,dan Ketua KONI-NTB sebagai perwakilan dari Provinsi serta dua orang investor dari Singapura dan Korsel.

Baca Juga :  Perayaan Hari Jadi ke-39 RSUD dr.R.Soedjono Selong, Usung Tema "Bangkit Bersama Menuju Paripurna"

Menurut Camat Jerowaru Jumase, Bahwa dalam pemaparannya, kedua orang investor tersebut rencananya akan membangun ribuan unit rumah apung. Sehingga nantinya para tourist asing maupun mancanegara akan menginap di tengah laut, bukan di hotel ataupun losmen seperti di tempat-tempat wisata pada umumnya.

Lalu,apakah pantai-pantai yang ada di sekitarnya tidak akan difungsikan? Tentu saja pantai juga punya porsi tersendiri sebagai satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Lalu kalau bukan hotel, Apa yang akan dibangun di sepanjang pantai ekas tersebut? Jumase melanjutkan penjelasannya dengan penuh semangat, Dalam Planningnya nanti akan dibuat sebagai lahan parkir untuk seribu unit kendaraan roda empat.

“Nanti akan di petakan berapa hektar kira-kira yang akan dibutuhkan untuk sebagai lahan parkir tersebut, dalam waktu dekat pemda melalui Dinas PUPR akan mengucurkan dana sebesar 190 juta untuk pemetaan”ungkap jumase saat ditemui di kantor kecamatan jerowaru pada kamis (17/9/20).

Baca Juga :  Polres Dompu amankan terduga pelaku Pembunuhan

Jumase melanjutkan, saat ini pemda melalui pemerintah kecamatan bersama pemerintah Desa sedang gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat,khususnya yang rumahnya berada di pinggir pantai ekas terlebih bagi yang rumahnya berada pada garis sempadan pantai. Bagi yang rumahnya masuk dalam pemetaan dan memiliki sertipikat nanti akan ada beberapa opsi yang sudah disiapkan pemda,pun bagi yang tidak memiliki sertipikat akan ada alternatif yang sudah disiapkan.

“Besok saya akan shalat jum’at di ekas dalam rangka sosialisasi sekaligus dengar pendapat agar terbangun kesepahaman antara masyarakat dengan pemerintah. Sehingga nantinya ketika kita mendatangkan alat berat untuk melakukan pembersihan tidak terjadi keributan sebagai akibat dari ketidaksepahaman itu”tandasnya.

Sementara itu, kepala Wilayah (Kawil) Dusun Ekas, Rumawe, saat dimintai keterangannya terkait tanggapan warganya tentang rencana tersebut, ia memaparkan, Secara umum tanggapan masyarakat menyambut baik rencana tersebut. Namun begitu, bukan brarti tak ada kendala, karna masih ada sebagian kecil warga yang kebetulan rumahnya yang berada pada garis sempadan pantai merasa was-was atau belum yakin untuk memberi dukungan.

Baca Juga :  Gugatan TSB Dinilai Mulia, Hakim MK Beri Apresiasi

“Ada sekitar 40 Kepala Keluarga yang rumah maupun lapaknya berada pada garis sempadan pantai. Nah,mereka ini ada semacam kekhawatiran karna belum adanya kepastian apakah nantinya kalau rumah mereka masuk dalam pemetaan dan harus digusur, apakah mereka akan mendapatkan ganti rugi atau seperti apa,itulah yang masih menjadi keraguan mereka”terang kawil yang masih berusia muda tersebut.

Sebagai Kawil, Rumawe berharap, agar nantinya ada kesepakatan yang saling menguntungkan semua pihak. Baik pemerintah daerah, investor, dan masyarakat sendiri. Dengan begitu, ia meyakini bahwa seluruh masyarakat ekas akan mendukung rencana tersebut yang dinilainya akan dapat mengangkat perekenomian masyarakat setempat pada khususnya dan masyarakat lombok timur pada umumnya.(ns)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini