close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Perkuat Jaringan, Relawan GASman Dapil 1 Lotim Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi

LOTIM - PorosLombok.com || Jelang perhelatan Pilgub NTB 2024,...

Masyarakat Lombok Seneng Terima Hewan Kurban dari Rannya dan HBK Peduli

MATARAM | PorosLombok.com - Rannya Agustyra Kristiono bersama Yayasan...

Tegas, TGH. Abdul Maad Mukmin Dukung Gita-Sukiman di Pilgub NTB 2024

LOTIM - PorosLombok.com || TGH. Abdul Maad Mukmin, Lc...

Pendapatan Parkiran Otak Kokok Joben Naik Drastis Pasca Idul Fitri

Lombok Timur, PorosLombok.com – Buat sebagian besar masyarakat khususnya di Pulau Lombok, biasanya pasca lebaran diisi dengan kegiatan halal bihalal menemui sanak saudara maupun sahabat. Namun tak jarang pula sebagian masyarakat memanfaatkan moment liburan tersebut untuk rekreasi ke destinasi-destinasi wisata.

Seperti halnya Wisata Otak Kokok Joben, yang berada di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, yang diserbu wisatawan untuk hanya sekedar mengisi liburan pasca lebaran, bahkan pendapatan dari lahan parkir saja mencapai jutaan rupiah per harinya.

“di pasca Idul Fitri ini, Minimal satu harinya kami mendapatkan 1 juta, karena kami hitung dari jumlah karcis yang laku, dari satu bendel karcis ini kan harganya 500 ribu kalau dua berarti 1 juta,” kata Hasyim salah satu Juru Parkir di otak kokok Joben, Kepada Poroslombok, Senin kemarin (16/04).

Baca Juga :  PGNW Gelar Jambore Nasional di Kebun Raya Lemor, Ajak Para Guru Jaga dan Cintai Tumbuh-Tumbuhan

Peningkatan pendapatan parkir di otak kokok joben Jika dipersentasekan mencapai 70 %, tentu ini merupakan capaian yang luar biasa, dan kemungkinan kata Hasyim, akan terus mengalami peningkatan sampai lebaran ketupat serta tidak menutup kemungkinan menjelang hari raya Idul Adha.

“Karena kalau dilihat antusias masyarakat untuk berwisata ke Otak kokok Joben ini memang mengalami peningkatan, terbukti biasanya kami hanya mendapatkan 200 – 300 ribu perharinya kini melonjak drastis,”akunya.

Dijelaskannya, pengelolaan lahan parkir di otak kokok Joben dipegang oleh pihak swasta, yang dimana sudah Mou dengan pihak Pemerintah Daerah, sehingga gaji para Juru parkir akan diberikan oleh pihak kontraktor yang bertindak sebagai pemegang kuasa.

“Terkait persentase pembagiannya kami tidak tau gimana model dan sistemnya, soalnya kami hanya bekerja saja disini,”pungkasnya.

Baca Juga :  Pasca Idul Fitri, Wisata Otak Koko' Joben Membeludak

Sebagai Informasi, Air Terjun Otak Kokok Joben yang berada di Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan masuk ke dalam wilayah pengelolaan Resort Joben, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Daya tarik utama objek wisata ini adalah air terjun yang keluar dari akar pohon banjur yang sudah berumur hingga ratusan tahun.

Nama Otak Kokok, dalam bahasa sasak yang artinya sumber air atau bisa di artikan hulu sungai. Konon menurut masyarakat sekitar, air terjun ini merupakan salah satu tempat air terjun yang berkhasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Dengan mandi dibawah air terjun ini kemudian apabila air yang menerpa tubuh berubah menjadi putih seperti putih susu maka tubuh tersebut terdapat penyakit dan apabila terus di guyur dengan air terjun itu maka penyakit akan segera sembuh.

Baca Juga :  Tanda Cinta, LKKS NTB Salurkan 200 Paket Sembako di Sumbawa

Pasca gempa Tahun 2018 dan pandemi Covid dalam pemulihan kegiatan wisata banyak perubahan yang terjadi di lapangan yang mengakibatkan perlu adanya adaptasi dalam pengelolaan wisata dan sampah yang dihasilkannya, untuk itu Balai Taman Nasional Rinjani melakukan revisi Masterplan Pengelolaan Sampah pada tahun 2020 terkait SOP karena kondisi pandemi Covid dan pada tahun ini 2022 direvisi kembali untuk mengantisipasi adaptasi pemulihan karena pandemi sampai berangsur-angsur menuju kondisi normal.

Terkait sarana dan prasarana wisata alam dan pengelolaan wisata di Air Terjun Otak Kokok dan Joben Eco Park sudah cukup terbangun dan dikelola dengan baik seperti loket tiket, toilet, tempat sampah, papan petunjuk, kolam pemandian, kios pedagang, dan mushola.

(Arul/PorosLombok)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru