(PorosLombok.com) — Pelantikan pejabat di Lombok Timur bukan sekadar pergantian posisi. Bupati H. Haerul Warisin menjadikannya sebagai momentum mengirim pesan keras soal perbaikan pelayanan publik di daerahnya.
Prosesi yang berlangsung di lobby Kantor Bupati itu menjadi panggung penegasan ulang bahwa birokrasi harus bergerak tanpa membebani warga.Rabu (18/11/2025).
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa rotasi ini dilakukan untuk memperkuat organisasi dan memastikan setiap posisi diisi oleh pejabat yang memahami perannya.
Ia ingin seluruh ASN bekerja disiplin dan menyadari tuntutan tugas yang melekat pada jabatan masing-masing. Menurutnya, kualitas pelayanan pemerintah daerah sangat bergantung pada sikap para pejabat dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan seremonial, tetapi bagian dari penataan organisasi agar lebih efektif,” kata Bupati.
Ia mengingatkan agar para pejabat tidak mempersulit layanan publik dan menjalankan peran sebagai pelayan masyarakat, bukan penghambat.
“Jangan memberikan kesulitan kepada masyarakat. Kita ini pelayan,” tegasnya.
Bupati juga meminta setiap pejabat segera menyesuaikan diri di tempat tugas baru, meningkatkan koordinasi, dan menjaga komunikasi untuk mencegah terjadinya kesalahan di lapangan.
“Kalau ada kendala, jangan ragu bertanya atau berkoordinasi,” ujarnya.
Setelah menyampaikan arahan, Bupati melantik beberapa pejabat yang menempati posisi baru. Mereka adalah Parihin, S.Sos sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Ismail Marzuki, S.IP sebagai Sekretaris BKPSDM; Mutmainnah, S.AP sebagai Sekretaris Kecamatan Sakra Barat; Zulfikri, S.IP sebagai Sekretaris Kecamatan Sambelia; serta Ragil Hapsak Sugiarto, S.IP sebagai Kepala UPTD Disdukcapil Kecamatan Aikmel.
Pelantikan ini diharapkan menambah energi baru bagi birokrasi Lombok Timur agar lebih responsif, cepat, dan profesional dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
(Redaksi/PorosLombok)


















