close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.1 C
Jakarta
Sabtu, Desember 6, 2025

H.Iron Ingin Lombok Timur Jadi Lokomotif Literasi NTB

PorosLombok – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan komitmennya menjadikan daerahnya sebagai garda depan gerakan literasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi tuan rumah acara pengukuhan Bunda Literasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB masa bakti 2025–2030,di Pendopo Bupati Lombok Timur.Rabu (2/7).

“Menjadi tuan rumah adalah kehormatan besar bagi kami. Ini jadi pemantik semangat untuk menjadikan Lombok Timur sebagai pusat gerakan literasi di NTB,” tegas Haerul dalam sambutannya.

Haerul tak sekadar memberikan sambutan normatif. Ia menunjukkan data konkret, bahwa Lombok Timur saat ini menempati posisi kedua se-NTB dalam Tingkat Gemar Membaca (TGM) 2024 dengan skor 70,30 — masuk kategori sedang.

Menurutnya, capaian itu belum cukup. Ia ingin peran Bunda Literasi diperkuat agar budaya membaca benar-benar tumbuh mulai dari lingkungan keluarga.

“Literasi tidak hanya tanggung jawab sekolah. Ini juga tugas keluarga. Bunda Literasi harus jadi pelopor di rumah, di desa, dan di komunitas. Anak-anak perlu didorong bukan cuma membaca, tapi juga memahami,” tegasnya.

Lebih jauh, Haerul menyebutkan bahwa budaya literasi punya pengaruh besar terhadap pembangunan daerah, bahkan berkaitan erat dengan kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Acara pengukuhan Bunda Literasi ini dihadiri langsung Wakil Gubernur NTB Hj. Dinda Dhamayanti Putri. Dalam arahannya, Wagub menekankan pentingnya sinergi antarperempuan penggerak literasi.

“Bunda Literasi harus bisa jadi contoh nyata. Jangan simbolik saja. Literasi butuh figur yang menginspirasi dan bisa menggerakkan masyarakat,” ujar Wagub.

Senada dengan itu, Bunda Literasi NTB Sinta Aghatia menekankan pentingnya inovasi, terutama menjadikan perpustakaan sebagai ruang nyaman dan menarik bagi generasi muda.

“Perpustakaan jangan membosankan. Harus kita ubah jadi tempat belajar yang menyenangkan, bahkan destinasi wisata edukatif,” katanya.

Acara pengukuhan juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh Bunda Literasi se-NTB, penyerahan 100 paket buku untuk 100 desa, serta MoU antara Dinas Perpustakaan NTB dengan Poltekpar Lombok dan Universitas Qomarul Huda Bagu.

Haerul optimistis langkah ini akan menjadi tonggak awal mempercepat peningkatan literasi di daerahnya.

“Kami siap jadi lokomotif literasi NTB. Ini bukan sekadar seremoni. Kami akan bergerak,” pungkasnya.

(Redaksi/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER