close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.6 C
Jakarta
Sabtu, Desember 6, 2025

Warga Montong Betok Gelar “Gawe Slamet Desa Praja Yatim II”, Santuni 103 Anak dengan Swadaya

(PorosLombok.com) – Masyarakat Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, menggelar kegiatan sosial bertajuk “Gawe Slamet Desa Praja Yatim” pada Senin (20/5/2025).

Acara yang dihadiri jajaran Forkopimcam Montong Gading dan Ketua Baznas Lombok Timur mewakili Bupati itu berlangsung penuh kekeluargaan dan sarat nilai gotong royong.

Kegiatan Gawe Slamet Desa Praja Yatim menjadi momen tahunan yang ditunggu warga. Tujuannya sederhana: menyantuni anak-anak yatim di seluruh desa sembari mempererat silaturahmi. Suasana penuh kehangatan tampak sejak pagi, saat warga bersama perangkat desa memadati area acara.

Kepala Desa Montong Betok, Dian Asmara Desa, mengatakan kegiatan tersebut sudah dua kali digelar dan sepenuhnya merupakan hasil swadaya masyarakat.

“Tujuan utama dari Gawe Slamet Desa Praja Yatim adalah menyantuni anak yatim di desa kami. Tapi sebelum itu, ada banyak kegiatan budaya seperti nyekar ke makam pendiri desa, membaca kitab kuno, nyair, prisean, jalan sehat, dan pelepasan burung merpati,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada dana dari APBDes yang digunakan. Semua kebutuhan acara ditanggung oleh masyarakat secara sukarela.

“Semua murni dari warga Montong Betok. Tidak sepeser pun menggunakan anggaran desa. Ini bukti kesadaran sosial warga makin tinggi,” tegas Dian.

Menurutnya, Gawe Slamet Desa Praja Yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah untuk menumbuhkan rasa peduli dan solidaritas sosial di kalangan warga.

“Kalau semua mengandalkan bantuan pemerintah, pasti tidak akan cukup. Warga yang punya kelebihan rezeki harus ikut membantu. Kalau semangat zakat dan sedekah hidup, banyak masalah sosial bisa kita atasi sendiri,” jelasnya.

Tahun ini, panitia mencatat 103 penerima manfaat, terdiri dari 101 anak yatim dan dua anak dari keluarga kurang mampu yang mengikuti khitanan massal.

“Keduanya kami bantu karena memang tidak mampu membiayai khitan sendiri. Jadi kami masukkan ke dalam program Gawe Slamet Desa Praja Yatim,” ungkapnya.

Menariknya, jumlah santunan tahun ini naik signifikan. Jika tahun lalu anak-anak yatim menerima Rp100 ribu per orang, kali ini masing-masing mendapat Rp238 ribu, hasil donasi murni warga.

“Dana yang terkumpul langsung dibagikan habis. Tidak ada sisa. Ini bentuk transparansi dan rasa tanggung jawab bersama,” tambah Dian.

Dian mengakui, antusiasme masyarakat kini jauh lebih besar dibanding tahun pertama. Warga mulai memahami bahwa Gawe Slamet Desa Praja Yatim adalah kegiatan bersama, bukan agenda pribadi pemerintah desa.

“Sekarang semua ikut terlibat. Dulu masih banyak yang belum tahu maknanya, tapi sekarang mereka paham bahwa gawe desa itu milik kita bersama,” tutupnya.

(arul/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER