close

Exclusive Content:

Sekda Lotim, Ikuti Seminar Rencana Proyek Perubahan, untuk Wujudkan Digitalisasi Adminduk

Poroslombok.com, LOTIM - Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Drs HM.Juaini...

PH Tersangka Korupsi Alsintan Yakin Kliennya Tak Terlibat

PorosLombok.com LOTIM - Kasus dugaan korupsi Penyaluran Bantuan Alat Mesin...

Pelaksanaan ANBK Tingkat SMP di Lombok Timur Berjalan Lancar

LOTIM - Poroslombok.com | Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer...

Dua Tahun Sakit, Tak Punya Biaya Berobat, Nurani Kadinsos Lotim Tergugah

OkPoroslombok.com | LOTIM –

Inaq Mifatun Hasanah (27) Tahun, warga Dusun Lauk Kul-Kul, Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga hanya bisa terkulai lemas di tempat tidur sambil menahan rasa sakit di lutut kaki sebelah kiri yang menyebabkannya tidak bisa berjalan selama dua tahun.

Foto dokumentasi

Inaq Mifa, begitu ibu satu anak ini biasa dipanggil, harus bersabar untuk menghadapi penyakit yang dideritanya, lantaran tidak memiliki biaya untuk berobat atau hanya untuk sekedar melakukan kontrol ke rumah sakit.

“Sudah dua tahun ini saya tidak bisa jalan, hanya bisa berdiri saja,” katanya saat dikunjungi poroslombok.com pada Rabu sore (20|7).

Sebelumnya, Inaq Mifa, pernah menjadi peserta BPJS mandiri. Namun karna tidak mampu membayar iuran selama dua tahun, ia pun tidak bisa menggunakan kartu tersebut untuk berobat.

Ia tinggal berdua dengan anak sematawayangnya yang baru berusia 5 tahun, sedangkan suaminya Nanang Wijaya (29) sedang mengadu nasip di Malaysia menjadi pekerja migran, demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga tercintanya.

“Suami saya di malaysia, kirimannya untuk biaya hidup saya dan anak saya yang sudah masuk sekolah di TK,” tuturnya dengan nada lirih seakan menggambarkan suasana batinnya saat ini.

Sambil menengadah memandangi langit rumah kontrakannya, Inaq Mifa menuturkan, bahwa rumah berukuran 3X6 meter dengan satu kamar tidur dan satu ruang tamu yang ia tempati saat ini adalah milik orang lain yang ia sewa seharga 1,5 juta per tahun.

Baca Juga :  Kisah Perempuan Tangguh Penjual Gorengan Keliling

Dengan kondisi itu, Inaq Mifa, hanya bisa pasrah dan berharap bantuan dari pemerintah untuk melunasi tonggakan tersebut, sekaligus ia berharap agar bisa dibantu merubah (migrasi) kartu BPJS miliknya dari mandiri ke PBI (Penerima Bantuan Iuran).

Selanjutnya, Inaq Mifa, mengisahkan Awal mula ia merasakan sakit adalah saat masih berada di Arab Saudi sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) beberapa tahun silam. Saat itu, kata dia, terdapat adanya benjolan sebesar telur bebek di bawah lututnya.

Beruntung saat itu ia bekerja pada seorang majikan yang baik hati. Sang majikan itulah yang membawanya pergi berobat ke rumah sakit setempat.

Oleh dokter yang menangani dia saat itu menyatakan jika benjolan tersebut berisi cairan, kemudian dilakukan penyedotan pada benjolan tersebut. Selang beberapa minggu dia pun sembuh, dan kembali dapat beraktivitas seperti sediakala.

Beberapa bulan setelahnya, Inaq Mifa pulang dari Saudi Arabia menuju kampung halamannya dalam kondisi sehat wal-afiat. Dan beberapa bulan kemudian, Inaq Mifa mengandung anak pertamanya.

Saat melahirkan, begitu bahagianya keluarga Inaq Mifa karna dikaruniai anak pertama berjenis kelamin perempuan yang lahir dengan sempurna. Namun sayang, sejak itu pula dirinya merasakan ada kelainan di lutut kirinya yang sampai saat ini semakin parah.

“Waktu itu (dua tahun lalu-red), dokter mengatakan, ada pergeseran di tulang lutut saya. Sedangkan waktu saya periksa di tempat lain, katanya ada patah tulang sedikit,” tutupnya.

Baca Juga :  Corona Hilang Ramadhan Datang, Pedagang Jajanan Terlihat Riang

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, H. Suroto, SKM.,MKes, yang dikonfirmasi media ini via pesan WhatsApp memberikan tanggapan yang cukup menggembirakan, sebagai jawaban atas harapan Inaq Mifa.

“Banyak yang seperti ini dan ada mekanismenya, bisa diurus melalui UPTPK. Karna masih punya tunggakan di BPJS, itu yang perlu diselesaikan. Harus ada yang aktif membantu mengurusnya,” kata Suroto menyarankan.

Dijelaskan Suroto, bahwa di Dinas Sosial sendiri saat ini tidak mengelola anggaran yang berkaitan dengan dana talangan untuk membantu melunasi tonggakan iuran BPJS bagi masyarakat kurang mampu, sebelum nantinya pihaknya membantu proses migrasi dari mandiri ke PBI.

“Dinsos belum punya anggaran untuk itu. Biasanya kita ajukan ke Baznas dan Kesra dan BPKAD. Tapi tentu kami akan tetap bantu mencarikan solusi menyelesaikan permasalahan kartu BPJS-nya, agar yang bersangkutan bisa berobat secara gratis,” terang Kadinsos Suroto.

“Kalo bantuan selama ini langsung ke Baznas ato Kesra ato BPKAD. kalo ada permohonan bantuan yang masuk ke dinsos, kami buat rekom dan teruskan ke pihak lain yang punya anggaran untuk bantuan-bantuan tersebut. Karna Dinsos tidak mengelola dana tersebut,” imbuhnya.

Namun, dengan rantai birokrasi yang panjang dan terkesan berbelit-belit, di lain sisi warga pemohon membutuhkan dengan segera untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, menjadi keprihatinan tersendiri bagi Suroto yang memiliki kepekaan terhadap penderitaan masyarakat.

Baca Juga :  Inspiratif, Honorer di Lotim Nyambi Jualan Tas Anyaman Demi Bantu Pengerajin

“Mudah-mudahan tahun depan Dinsos mendapat alokasi anggaran untuk itu. Sehingga kita bisa dengan cepat dan langsung membantu kepada yang layak dibantu,” harapnya.

Bukan tanpa alasan, harapan itu dilontarkan Suroto lantaran Dinas Sosial yang dikomandoinya itu identik dengan kegiatan sosial kemanusiaan. Ketika Dinsos disebut, maka konotasi yang muncul adalah tentang bantuan sosial kemanusiaan.

“Tahun depan dan seterusnya kita berharap Dinsos mendapat alokasi dana yang bisa langsung untuk membantu orang tidak mampu yang punya masalah sosial dan lain-lain. Karna sebagian besar masyarakat tahunya klo minta bantuan ke Dinsos,” tukasnya.

Sejalan dengan itu, Suroto juga berharap, bagi peserta BPJS mandiri yang merasa berasal dari keluarga tidak mampu, begitu merasa tidak mampu membayar sebulan atau dua bulan agar segera melapor untuk usul migrasi melalui desa setempat.

Dengan begitu, maka proses migrasinya akan lebih mudah karna tunggakannya masih sedikit, termasuk BPJS pekerja perusahaan dan lain-lain.

Hal ini senafas dengan harapan Bupati Sukiman yang menghajatkan seluruh masyarakat lombok timur bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai sesuai SOP.

Terakhir, Suroto meyakinkan, bahwa Pemda Lombok Timur melalui Dinas Sosial sebagai leading sector siap untuk mengakomodir setiap permohonan masyarakat miskin dalam menyelesaikan masalah BPJS, sambil berharap, kedepan Dinsos mendapat anggaran yang memadai.

“Dinsos siap memfasilitasi dan membantu masyarakat miskin / tidak mampu yang punya masalah dengan BPJS-nya, sesuai mekanisme,” pungkasnya.

(Anas/pl)

Latest

Sekda Lotim, Ikuti Seminar Rencana Proyek Perubahan, untuk Wujudkan Digitalisasi Adminduk

Poroslombok.com, LOTIM - Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Drs HM.Juaini...

PH Tersangka Korupsi Alsintan Yakin Kliennya Tak Terlibat

PorosLombok.com LOTIM - Kasus dugaan korupsi Penyaluran Bantuan Alat Mesin...

Pelaksanaan ANBK Tingkat SMP di Lombok Timur Berjalan Lancar

LOTIM - Poroslombok.com | Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer...

Astaga! Ribuan KPM BST di Lotim Belum Melakukan Penarikan Sejak 2020 Lalu

LOTIM - Poroslombok.com | Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan...

Newsletter

Don't miss

Sekda Lotim, Ikuti Seminar Rencana Proyek Perubahan, untuk Wujudkan Digitalisasi Adminduk

Poroslombok.com, LOTIM - Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Drs HM.Juaini...

PH Tersangka Korupsi Alsintan Yakin Kliennya Tak Terlibat

PorosLombok.com LOTIM - Kasus dugaan korupsi Penyaluran Bantuan Alat Mesin...

Pelaksanaan ANBK Tingkat SMP di Lombok Timur Berjalan Lancar

LOTIM - Poroslombok.com | Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer...

Astaga! Ribuan KPM BST di Lotim Belum Melakukan Penarikan Sejak 2020 Lalu

LOTIM - Poroslombok.com | Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan...

Desa Kumbang Ikuti Penilaian Akhir Sebagai Calon Percontohan Desa Anti Korupsi

Lombok Timur. Poroslombok.com -  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan...

Sekda Lotim, Ikuti Seminar Rencana Proyek Perubahan, untuk Wujudkan Digitalisasi Adminduk

Poroslombok.com, LOTIM - Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Drs HM.Juaini Taofik,M.AP ikuti seminar Rencana Proyek Perubahan, dengan mengangkat tema "Kolaborasi Kepemimpinan Digital Dalam Rangka Tuntas...

PH Tersangka Korupsi Alsintan Yakin Kliennya Tak Terlibat

PorosLombok.com LOTIM - Kasus dugaan korupsi Penyaluran Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur yang kini ditangani pihak Kejaksaan Negeri Lombok...

Pelaksanaan ANBK Tingkat SMP di Lombok Timur Berjalan Lancar

LOTIM - Poroslombok.com | Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada tahun 2022 merupakan tahun kedua dilaksanakan, dimana pertama kali dilaksanakan adalah pada tahun...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

error: Content is protected !!