Menu

Mode Gelap
Bantuan Banjir Lobar Terus Mengalir, Humanisme Masyarakat Sasak Masih Kental Pelaksanaan TMMD Tahun 2022 difokuskan Untuk Pembuatan 25 Sumur Bor dan Pompa Hidram Eks Pasar Paok Motong  ditetapkan sebagai  KIHT Pemkab Sumbawa pekan ini target dosis pertama capai 70%, dosis kedua 50% Sebanyak 871 Tenaga Honorer di RSUD Selong Akan di Evaluasi

LOMBOK BARAT · 26 Mar 2021 12:00 WIB ·

Dugaan Korupsi Bantuan Aspirasi Sapi dan Kambing, Sejumlah Oknum Anggota Dewan Lobar diduga terlibat


					Dugaan Korupsi Bantuan Aspirasi Sapi dan Kambing, Sejumlah Oknum Anggota Dewan Lobar diduga terlibat Perbesar

LOMBOK BARAT, POROSLOMBOK -Ironis sekali nasib masyarakat Lombok Barat. Bantuan Bibit Sapi dan Kambing yang semestinya disalurkan kemasyarakat lobar secara gratis diduga diselewengkan oleh rekanan dan sejumlah oknum anggota DPRD Lobar. Bantuan yang semestinya diperuntukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat lobar melalui bantuan bibit sapi dan kambing secara gratis ternyata tidak berjalan mulus sesuai dengan tujuan. Hal ini disampaikan oleh Arwan dari Pusat Kajian Anti Korupsi dan Pembangunan Regional Nusa Tenggara.

Menurutnya hal ini tentu sangat miris karena bantuan bibit sapi dan kambing yang semestinya dapat mengurangi tingkat kemiskinan warga Lombok Barat malah diduga di selewengkan. Ia mengatakan dugaan tersebut saat ini telah masuk dalam radar Aparat Penegak Hukum. Dari sejumlah keterangan yang disampaikan oleh kelompok masyarakat penerima bantuan diduga bantuan yang berasal dari dana aspirasi DPRD ini dipermainkan di tingkat bawah.

“Tentu ini sangat memprihatinkan, kami menduga hal ini cukup sistematis. Karenanya kami minta agar aparat penegak hukum dapat segera melakukan pendalaman terhadap dugaan penyelengan bantuan bibit sapi dan kambing ini” ujarnya.

Dugaan penyelewengan bantuan ini sangatlah tidak terpuji karena masyarakat miskin yang menjadi sasaran bantuan ini bukannya memperoleh manfaat namun menjadi terbebani. Karenanya ia meminta agar dugaan penyelengwan ini tidak dilakukan lagi agar tidak memberatkan masyarakat. Menurut Arwan bahwa sesuai dengan penjelasan pasal 13 UU no 32 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasa Tindak Pidana Korupsi disebutkan bahwa tindakan korupsi adalah Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

“Kasian masyarakat yang sudah miskin menjadi semakin miskin karena ini. Karenanya kami mengecam hal ini” Ujarnya.

Sebelumnya seperti dikutip dari antaranews.com Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, tengah mengusut adanya dugaan korupsi dalam program pengadaan bantuan bibit sapi tahun anggaran 2020 di Kabupaten Lombok Barat.

Kajari Mataram Yusuf di Mataram, Rabu mengatakan, pengusutannya masih dalam tahap pengumpulan data dan bahan keterangan para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

“Jadi penanganannya belum masuk penyelidikan, masih puldata pulbaket (pengumpulan data dan bahan keterangan),” kata Yusuf.

Karenanya, agenda klarifikasi dikatakan Yusuf sedang berjalan. Pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan program juga masuk dalam tahapan ini. (Spesial For Poroslombok)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Seorang Pemuda Tewas Terlindas Truck Dengan Kondisi Mengenaskan

18 Januari 2022 - 06:10 WIB

H.Haerul Warisin Surati Presiden Terkait Pupuk Subsidi

17 Januari 2022 - 21:20 WIB

Tasyakuran Hari Jadi Media Suara Rinjani Yang ke-6 Dihadiri Sejumlah Pejabat Lotim

16 Januari 2022 - 21:50 WIB

Bapera Lotim : Kehadiran Jokowi harus dijadikan Triger untuk sektor wisata dan ekonomi kreatif

14 Januari 2022 - 08:47 WIB

Kecamatan Montong Gading Gelar Pisah Sambut Camat

12 Januari 2022 - 21:55 WIB

Berstatus Quo, Penggarapan Tanah Pecatu Oleh Pihak Pemdes Sukarara Dihentikan

4 Januari 2022 - 19:39 WIB

Trending di POROS BERITA
error: Content is protected !!