Evaluasi Magang PKKM, Mahasiswa Berhasil Kembangkan 2 Inovasi Teknologi

0
2

Lombok Timur| Poroslombok – Proses magang yang dilakukan mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi (UNHAM) baru memasuki bulan kedua dari rencana empat bulan. Namun berdasarkan temuan tim monitoring dan evaluasi (Monev) ternyata mahasiswa ini telah melakukan terobosan pengembangan inovasi teknologi.

Ketua Taskforce Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Unham Dr. Padlurrahman mengatakan, magang mahasiswa melalui program ini cukup luar bisa. Mereka telah mampu mengembangkan inovasi teknologi bagi kemajuan masyarakat.

“Ada 2 produk yang akan dihasilkan di STIPark, semoga berhasil menjadi karya inovasi dan berkontribusi untuk kampus tercinta. Pertama namanya Selmo (monitoring pasien isolasi mandiri), kedua Himo (Hidroponik monitoring),” papar Padlurrahman, Jumat (01/10/2021).

Ia menegaskan, kedua produk memiliki fungsi berbeda. SELMO (self monitoring) ini merupakan sistem monitoring untuk membantu pasien baik itu pasien home care maupun pasien isolasi mandiri covid-19 dan lainnya. Adapun cara kerjanya dengan memberikan informasi secara realtime tentang kondisi pasien berdasar data yang diterima oleh sensor2, baik itu data suhu tubuh, kadar oksigen, denyut jantung dan lainnya.

Baca Juga :  Dies Natalis, Bale Baca Hasanah di Wanasaba Lombok Timur Luncurkan Buku Perjuangan Literasi

Produk kedua yaitu HIMO (hidroponik monitoring) berbasis android untuk membantu petani atau budidaya hidroponik agar bisa dimonitoring secara relatime tentang kondisinya dan bisa melakukan otomatisasi pemberian nutrisi dan menyalakan water pump (pompa airnya). “Semoga berhasil menjadi karya inovasi dan berkontribusi untuk kampus tercinta, serta untuk masyarakat NTB,” harap Padlurrahman yang juga Direktur LP3M Unham itu

Baca Juga :  Peringati World Pharmacist Day, Prodi Farmasi UNHAM Gelar Seminar

Lebih lanjut ia menyebutkan, magang industri mahasiswa Prodi Teknik Informatika di STIPark NTB ini ada 10 mahasiwa. Kemudian dikelompokkan menjadi 2 kelompok. Setiap kelompok memiliki produk inovasi yang dibuat di lokasi magang. Namun karya mahasiswa ini masih dalam riset alias belum final, karena belum uji coba.

“Semoga kedua produk karya mahasiswa ini berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat. Harapan kita juga, bisa dikembangkan menjadi produk andalan daerah untuk NTB Gemilang dan bisa diproduksi dalam jumlah besar untuk Indonesia,” harap doktor jebolan UNJ itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here