close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

PRC Sebut Tak Pernah Merilis Hasil Survei Pilkada Lotim 2024

LOMBOK TIMUR, PorosLombok.com |  Lembaga survei Politika Research and...

Mahasiswa FT Universitas Hamzanwadi Sukses Magang di 5 Perusahaan Nasional

Lombok Timur, PorosLombok.com | Prodi Teknik Komputer Fakultas Teknik...

Ketua Relawan Go Gibran NTB Nyatakan Dukungan Ke HW-Edwin di Pilkada Lotim 2024

Lombok Timur, PorosLombok.com |  Dukungan terhadap H Haerul Warisin...

Kisah Sedih Desa Sarampat saat digoncang Gempa disertai Longsor

Poroslombok.com

(Rabu 15 Desember 2022 | 05:28 WIB

Sambil menggendong anaknya yang masih bayi di tenda pengungsian, Wajah Sofiah, (33) Tahun warga desa sarampat, Cianjur jawa Barat, terlihat pucat dan trauma akibat gempa bumi 5.6 Skala richter, disertai tanah longsor yang meluluhlantahkan kampung halamannya.

Gempa yang terjadi beberapa minggu yang lalu seolah menjadi mimpi buruk buat sofiah dan warga yang lain, rumah kecilnya yang begitu indah yang berada di perbukitan kini lenyap di telan bumi. “Sampai sekarang saya masih takut saja,” kata sofia lirih,

Foto : saofiah Warga Desa Sarampat saat berada di Tenda pengungsian (arul/ PorosLombok)

Sofiah tampak terpukul sekali oleh musibah gempa bumi disertai longsor tersebut. Karana ia kehilangan rumahnya dalam sekejap saat retakan di bukit ambruk dan menimbun perumahan yang dihuninya bersama warga yang lain.

Yang membuatnya lebih tertekan, ia menyaksikan sendiri saat-saat terakhir tanah meluluhlantakkan perumahan warga, salah satunya adalah rumah tempat tinggalnya.

Perempuan satu anak inipun bercerita, ketika pagi menjelang siang saat sedang beres-beres rumah terdengar suara gemuruh, dan selang beberapa detik tiba-tiba bumi berguncang dan ia pun lari berhamburan mencari tanah lapang.

Baca Juga :  Pemda Lotim Akan Salurkan Bantuan, 1 Milyar Lebih Untuk Gempa Cianjur

Sofiah dan beberapa warga lain yang melihat hal ini segera berteriak memperingatkan warga yang ada di permukiman untuk segera menghindar. ”Belum sampai 15 menit setelah gempa pertama, terjadi longsoran yang cukup besar yang menimbun seluruh permukiman,” ujar sofiah murung.

Tidak tanggung-tanggung, tanah dengan ketebalan lebih dari tiga meter langsung menimbun permukiman itu hingga mencapai atap rumah warga, tanah longsor ini juga memutuskan jaringan listrik ke Desa Sarampat.

Namun, setidaknya sofiah masih bisa bernapas lega. Anaknya paling bungsu, dan suaminya selamat dari longsor. Karena saat itu ia bersama suaminya langsung menggendong anaknya sehingga terhindar dari maut.

Hal yang sama dirasakan juga  oleh Suganda (50) tahun walaupun warung bawang dan rumahnya tertimbun longsor. Namun keluarga nya semua selamat dari musibah ini,  Ia juga menyaksikan sendiri kejadian tersebut, Saat itu, Suganda baru saja hendak berangkat ke warung untuk berjualan.

Foto : suganda (dok:arul/ PorosLombok)

Sejak malam Suganda harus tinggal di tenda pengungsian, ia hanya bisa melihat warung dan rumahnya dari kejauhan rata dengan tanah, sehingga kesedihan mendalam terpancar dari wajahnya.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Sosok "Ayi Sukiman" The Next Sukiman Azmy

Suganda adalah kepala keluarga yang sehari-hari harus membanting tulang dari jualan bawang untuk menghidupi keluarganya, akan tetapi sayang kini tempatnya untuk mengais rizki sudah lenyap. ”warung ini satu-satunya mata pencaharian saya,” katanya menahan tangis.

Pemandangan indah

Desa Sarampat berada di perbukitan dan berbatasan dengan Kecamatan kabupaten Bogor. Untuk mencapainya, sekitar 50 kilo dari kota jakarta selama 4 jam. Sesekali kita akan melintasi jalan tinggi yang sekelilingnya banyak kebun teh.

Namun, begitu memasuki daerah Perkebunan Teh, terlihat bahwa desa Sarampat memang memiliki pemandangan yang sangat indah. Desa itu berada di sebuah cekungan yang menjadi dasar bukit-bukit berisi barisan tanaman teh yang mengelilinginya.

Hanya saja, gempa dan longsor yang terjadi beberapa waktu yang lalu ternyata membuka kenyataan lain mengenai desa Sarampat, Permukiman yang berada tepat di daerah rawan bencana. Itu pun terbukti saat tebing yang retak ambruk dan menimpa permukiman di bawahnya.

Baca Juga :  Dua Tahun Sakit, Tak Punya Biaya Berobat, Nurani Kadinsos Lotim Tergugah

Staf Ahli Bidang SDM Pemkab Cianjur Tedy Artiawan menyampaikan kondisi Cianjur pasca di guncang gempa dengan kekuatan 5,6 skala richter. Bencana ini terang dia telah menyebabkan 16 kecamatan dari 32 kecamatan yang ada di Cianjur terkena dampak. Dampak terparah berada di wilayah utara Cianjur yang merupakan titik terjadinya guncangan gempa.

Bencana ini telah menyebabkan 334 warga meninggal dunia bahkan sampai saat ini sebagian belum ditemukan karena tertimbun longsor . Selain korban jiwa bencana ini juga telah menyebabkan puluhan ribu rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di 169 desa yang ada di 16 kecamatan. Dengan rincian yaitu 16.403 rusak berat ,25 ribu rusak sedang sebagian lagi rusak ringan.

Kondisi masyarakat sampai sekarang masih trauma, Ada sekitar 400 ribu warga masih mengungsi. Mereka belum berani kembali ke rumahnya.

Gempa dan Longsor di kawasan itu seolah menutup cerita manis keelokan desa Sarampat Cianjur jawa barat.

(Arul/ PorosLombok)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru