close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.8 C
Jakarta
Jumat, Desember 12, 2025

Tragis! Pergi Cari Ikan, Muhajir Pulang Tinggal Nama

Mataram, PorosLombok.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga Muhajir (58), warga Lingkungan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Pria paruh baya itu ditemukan tak bernyawa dalam gorong-gorong pada Jumat pagi (30/5), setelah sempat dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

Muhajir dikenal sebagai sosok yang sederhana dan ramah. Sehari-hari ia bekerja sebagai penjaga Kantor KPU Kota Mataram sekaligus kepala keluarga yang sangat dicintai.

Kamis sore (29/5), sekitar pukul 15.00 WITA, Muhajir berpamitan kepada anaknya. Ia berniat mencari ikan di sungai tak jauh dari Perumahan Residen Unram, tempat yang sering ia datangi.

“Bapak bilang cuma sebentar, mau cari ikan seperti biasa,” kenang salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar, mengenang momen terakhir kebersamaan mereka.

Namun waktu terus berjalan, dan malam pun tiba tanpa kabar dari Muhajir. Telepon genggamnya tidak aktif, dan ia tak kunjung kembali seperti biasanya.

Kecemasan mulai menguasai keluarga. Mereka segera melaporkan hal itu ke Ketua Lingkungan dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas serta Babinsa setempat agar pencarian segera dilakukan.

Pencarian Gotong Royong Warga Gagal Temukan Jejak
Warga melakukan pencarian Muhajir di sekitar aliran sungai Jempong Baru pada malam hari, sebelum akhirnya ditemukan tewas di gorong-gorong.

Warga Jempong Baru pun bergerak cepat. Mereka menyisir sungai, saluran air, dan semak-semak di sekitar lokasi pencarian. Usaha ini berlangsung hingga larut malam dan berlanjut sampai dini hari.

Namun upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Tidak ada jejak yang mengarah pada keberadaan Muhajir. Keluarga mulai pasrah, meski harapan masih tersisa.

Pagi harinya, Jumat (30/5), warga dibuat geger oleh penemuan sesosok jasad pria dalam gorong-gorong dekat gudang elpiji di Jempong Baru.

Setelah dicek oleh aparat dan keluarga, jasad tersebut dipastikan adalah Muhajir. Tubuhnya ditemukan tertelungkup dan sudah kaku akibat lama terendam air.

Tangis keluarga pun pecah. Harapan mereka yang menunggu kepulangan sang ayah berubah menjadi duka yang mendalam.

Kapolsek Ampenan, AKP Gede Sukarta, memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Muhajir.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi. Keluarga menolak otopsi dan menganggap ini sebagai musibah,” ujarnya.

Polisi menduga Muhajir terpeleset dan terjatuh saat mencari ikan di area sungai. Pihak kepolisian menegaskan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian ini.

Kepergian Muhajir meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Sosoknya yang sederhana kini hanya tinggal kenangan.

(arul/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER