Kabupaten Lombok Timur Terapkan Status PPKM Level 2

0
Juaini Taufik, Sekretaris Daerah Lombok Timur

LOMBOK TIMUR- Kendati angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Lombok Timur terbilang cukup tinggi, hingga saat ini, Rabu (4/8) status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Lotim masih pada level 2, hal ini dilihat dari update data New All Records mingguan COVID-19.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, Juaini Taufik mengatakan, sejauh ini tracking kontak menjadi salah satu upaya pengendalian yang efektif, yakni dengan mendeteksi sedini mungkin kontak erat masyarakat berdasarkan dengan data diri masyarakat Lombok Timur.

“Tracking kontak di Lombok Timur terus dilakukan sebagai upaya pengendalian COVID-19,” kata Juaini kepada Poros Lombok Rabu (4/8)

Baca Juga :  Dikes Lotim Apresiasi Kinerja Kader Posyandu Dalam Pencegahan Peningkatan AKIB

Juani juga menyebut, tingginya lonjakan kasus terinfeksi Covid-19 di Lombok Timur bisa dicek dari Bed Occupancy Rate (BOR), artinya presentase tingkat keterisian penggunaan tempat tidur di rumah sakit.

Untuk itu, dibutuhkan langkah-langkah antisipasi dengan mengintensifkan perawatan di tempat isolasi.

“Yang kami jaga sekarang ini adalah tekanan BOR,” ujarnya.

Masih kata Taufik, peningkatan angka Cocid- 19 di Lombok Timur dibarengi dengan penambahan jumlah tempat tidur yang cukup disetiap ruangan isolasi, sehingga sampai saat ini Lotim masih dibawah 50% kasus terkonfirmasi.

Baca Juga :  SMSI Ajak Sukseskan Vaksinisasi

“Peresentasenya masih dibawah 50% kasus di Lombok Timur,” jelas Juaini.

Sadar akan besarnya potensi penularan Covid-19, dirinya mengajak semua masyarakat agar terus menggunakan prokes dan menjalankan vaksinasi, mengingat vaksinasi tersebut membuat tubuh lebih kuat menghadapi COVID.

“Covid tersebut kelemahannya kalau dilawan dengan prokes dan vaksin, semoga virusnya tidak semakin berkembang,” tutupnya. (Gl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here