Kapus PKM Labuhan Lombok Tepis Issue Miring Soal Insentif Dana Covid

0

Lombok Timur. Poroslombok – Adanya pemberitaan miring tentang tuntutan beberapa orang tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Labuhan Lombok kecamatan Pringgabaya yang mengatakan belum menerima insentif Covid-19 pada tahun 2021, ditanggapi kepala Puskesmas Labuhan Lombok.

Kepala Puskesmas Labuhan Lombok Muhdar, S.KM. menampik berita miring terkait apa yang beritakan di media online beberapa hari yang lalu.

Dijelaskannya insentif Covid-19 sudah di bagi beberapa hari sebelum Idul Fitri kemarin. Ia memaparkan bahwa jumlah insentif Covid-19 tidak sama dengan tahun 2020, begitupun juga petugas yang di SK kan tidak sebanyak dlu.

“Jadi yang melapor ini mungkin karena merasa mendapat sedidkit , karena dia tidak tahu kebenaran uangnya, jumlah uangnya dan mungkin dia kira uang ini banyak” terang Muhdar saat dikonfirmasi pada Sabtu ( 19/6 ).

Perlu diketahui lanjutnya, memang pada tahun 2020 jumlah uang Covid itu jumlahnya seratus juta lebih, namun pada tahun ini jumlah uang Covid-19 hanya 30.600.000 karena uang Covid ini tergantung pada berapa banyak kasus yang terkonfirmasi di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Lombok yang di tangani.

“Jadi perlu kita luruskan, memang pada awalnya dulu petugas Covid kita sampai 50 orang, karena semakin sedikit kasus knofirmasi Covid yang ditangani maka petugas kita kurangi menjadi 20 orang, dan sekarang hanya 8 orang yang masuk di SK Tim Covid” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Sukiman Tinjau Pelebaran Jalan Desa Sajang, Masyarakat Setempat Bersyukur

Sebenarnya menurut Muhdar semakin sedikit uang Covid yang diterima maka itu semakin bagus, karena itu merupakan suatu keberhasilan pihak Puskesmas beserta Kecamatan dan Desa bisa menekan jumlah kasus konfirmasi Covid.

Mengenai uang yang di terima tersebut lanjut Muhdar, langsung ia serahkan ke penanggungjawab program dan bendahara yang mengatur pembagiannya, karena merekalah yang tahu persis siapa Nakes yang bekerja dilapangan.

“Uang yang 36 jutaan itu langsung saya serahkan ke penanggungjawab dan bendahara untuk mengatur pembagiannya” terangnya.

Adapun sistem pembagiannya pada saat itu, lanjutnya petugas yang ada di SK dan SPJ diutamakan dan diberi insentif lebih sesuai dengan kinerjanya, kemudian untuk pemerataan agar semua tenaga Puskesmas dapat menikmatinya, penanggungjawab tim Covid menyisakan sebagian kemudian di serahkan ke bendahara.

Karena waktu itu menjelang Idul Fitri jelas Muhdar, maka uang yang disisakan itu dimasukkan ke THR sehingga semua staff mulai dari custumer servise sampai dokter dapat menikmatinya dalam bentuk THR.

“Kalau kemarin itu kita kewalahan karena nominalnya sedikit jadi kita bagi sistimnya sistim THR. Kita bagi semuanya, jadi semuanya dapat teman-teman yang ada di Puskesmas” ucapnya.

Baca Juga :  Lurah Suryawangi: Saya Ditekan Oleh Oknum Calo Tanah

Sebagai kepala Puskesmas Muhdar berpesan jika ada isu negatif seperti ini sebaiknya diklarifikasi dulu dengan penanggungjawab agar tidak terjadi miskomunikasi. Sehingga mereka tahu kronologis keadaan uangnya dan tidak memberikan informasi mentah kepada masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur dr. H. Fathurrahman, S.KM. M.AP. Mengatakan mungkin isu yang diangkat sekarang ini adalah isu dulu waktu sebelum keluar insentif Covid dan waktu itu jelasnya sudah mengutus stafnya untuk klarifikasi isu insentif waktu itu. Hasil informasi yang ia terima insentif itu sudah dibagikan.

“Mungkin ini isu yang dulu waktu belum keluar insentif Covid itu, tapi sebelum lebaran insentif itu kan sudah dibagi” jelasnya.

Selanjutnya Fathurrahman berpesan jika ada permasalahan – permasalahan seperti itu, harusnya didiskusikan dulu bila perlu datang ke Dinas Kesehatan untuk dikonsultasikan.

“Itu yang saya bilang sama teman-teman Dinas kesehatan dan Puskesmas harus tetap berkomunikasi kordinasi kalau ada masalah – masalah bisa kita selesaikan, kita cari jalan keluarnya” tutupnya. (Mr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here