Keberadaan PSC 119 RSUD Soedjono Selong Diharapkan Mampu Mengurangi Angka Kematian

0
dr. Tantowi Jauhari, Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono Selong/dok.anas pl.
dr. Tantowi Jauhari, Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono Selong/dok.anas pl.

LOMBOK TIMUR | Poroslombok.com -Setelah naik status dari type C ke type B Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono selong terus berbenah khususnya dalam peningkatan kapasitas dan fasilitas. Salah satunya adalah Public Safety Center (PSC 119) yang merupakan salah satu unit penunjang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Lombok Timur.

PSC 119 tersebut merupakan Layanan Pra Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan wadah koordinasi untuk memberikan pelayanan Gawat Darurat dengan Pelayanan Kesehatan Cepat, Tepat, Cermat dan Profesional (Respon Time) yang dilaksanakan secara bersama dengan lintas sektor terkait selama 24 jam.

Sistem penanganan gawat darurat terpadu sudah mulai beroperasi pasca di Launching pada akhir Agustus lalu. Namun untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal pihak rumah sakit masih melengkapi logistik seperti alkes yang tersedia baik di kantor PSC maupun di kendaraan Ambulance yang digunakan menjemput pasien.

Baca Juga :  HDCI NTB Gelar Vaksinasi Presisi Merdeka Secara Gratis, Demi Percepat Herd Immunity

“Yang masih perlu kita tambahkan adalah Tenda, Alat pacu jantung, dan beberapa alat lainnya,” ungkap dr. Tantowi Jauhari, Plt Direktur RSUD R. Soedjono Selong kepada poroslombok di selong, selasa (14/9).

Dijelaskan Tantowi bahwa, Pelayanan PSC 119 ini secara khusus untuk penanganan situasi kegawat daruratan, seperti kecelakaan maupun bencana alam seperti gempa bumi dan lain sebagainya.

Saat ini pihak rumah sakit sudah membuat Aplikasi Pelayanan untuk informasi panggilan yang dibuka melalui aplikasi yang sudah beroperasi, dalam hal ini dengan mengakses aplikasi yang tersedia yaitu “PSC 119 RSUD Soedjono Selong”. Aplikasi tersebut, kata dia, sudah bisa di download melalui Playstore.

Masih kata Tantowi menjelaskan, Petugas yang disiapkan untuk mengatasi pasien gawat darurat harus memiliki sertifikat keahlian kemampuan dasar, Basic Safety. Petugas tersebut tersebut akan standby 24 jam.

“Ada 15 orang yang disediakan di tempat ini sesuai dengan bidangnya sperti dokter, perawat, bidan dan petugas penyelamat lainnya,”imbuhnya.

Baca Juga :  Dalam Rangka Giat HUT Bhayangkara, Kapolsek Sikur Adakan Vaksinasi Massal

Masih kata Tantowi, saat ini pihaknya masih gencar melakukan sosialisasi dan Bridging sistem informasi ke semua puskesmas yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Nantinya semua puskemas akan terkoneksi secara terpadu di pelayanan PSC 119.

“InsyaAllah maksimal untuk kegiatan PSC 119 akan maksimal dengan perlengkapan yang disediakan di mobil Ambulance,”tandasnya.

Tantowi meyakini pada bulan Oktober nanti pelayanan di PSC 119 sudah dapat berjalan maksimal. Nantinya personil dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.

Tak hanya itu, Tantowi juga berjanji akan melakukan Bridging ke desa-desa guna memperluas akses jaringan PSC 119 agar terkoneksi secara terintegrasi, agar proses data dan pelaporan kedaruratan dapat dilakukan secara cepat sehingga potensi kematian dapat diminimalisir.(ns)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here