Menu

Mode Gelap
Pelaksanaan TMMD Tahun 2022 difokuskan Untuk Pembuatan 25 Sumur Bor dan Pompa Hidram Eks Pasar Paok Motong  ditetapkan sebagai  KIHT Pemkab Sumbawa pekan ini target dosis pertama capai 70%, dosis kedua 50% Sebanyak 871 Tenaga Honorer di RSUD Selong Akan di Evaluasi Diduga Pukuli dan Injak Kernek Dump Truck, Oknum Stafsus Gubernur Hampir Diamuk Massa

Peatured · 10 Mar 2022 21:34 WITA ·

Kisah Perempuan Tangguh Penjual Gorengan Keliling


 Harini saat melayani pelanggannya di salah satu SD Di Kecamatan Montong Gading ( Doc: Marwin / Poroslombok) Perbesar

Harini saat melayani pelanggannya di salah satu SD Di Kecamatan Montong Gading ( Doc: Marwin / Poroslombok)

Lombok Timur. Poroslombok.com –

Berbagai upaya yang dilakukan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari. Terkadang kerasnya cobaan hidup dalam mencari rezeki tidak membuat gentar masyarakat dalam menuntutnya.

Seperti yang di lakukan Harini. (36) tahun perempuan tangguh asal desa Montong Betok, kecamatan Montong Gading ini tidak putus semangat dalam mengais Rezeki, untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari,

Setiap hari Harini berjualan gorengan keliling. Hujan panas selalu ia lalui tanpa kenal lelah. Wanita 36 tahun ini mulai berjualan gorengan keliling sejak tahun 2006.

Harini menuturkan, barang dagangan yang dijajakannya bukan buatannya sendiri, akan tetapi diambil dari sahabatnya dengan keuntungan sistem komisi.

“Barang dagangan ini bukan saya yang buat, saya hanya sebagai penjual saja” ucap Harini saat ditemui Kamis (10/3).

Setiap hari, ia mulai mengayunkan langkah kakinya keliling berjualan dari pukul 08:30 wita sampai dengan 14:30 wita.

Untuk menjajakan dagangannya itu, Harini keliling hanya di seputaran desa Montong Betok saja, meliputi dusun Temusik, Keselet, Pedaleman, Gubuk Kantor dan Otak Desa.

“Hasil dagangan untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan biaya anak sekolah” tuturnya.

total harga barang dagangan yang dijajakannya setiap hari yakni kisaran harga Rp. 500.000. terkadang barang dagangan tersebut habis terjual, namun ia juga harus rela jika barang dagangan tersisa.

Selain menjadi pedagang gorengan, ia juga bekerja di salah satu tempat Praktik dokter yang ada di Montong Betok. Di tempat praktik dokter ini, ia bekerja sebagai tukang catat atau pendaftaran pasien – pasien yang akan berobat.

“Kalau sore sampai malam saya bekerja di tempat praktik dokter yang ada di gubuk kantor desa Montong Betok” tuturnya.

Ia berharap apa yang diialakukan tercatat sebagai ibadah karena demi membiayai sekolah buah hatinya.
(Erwin, PL)

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bupati Sukiman Sang Pahlawan di Hati Orang Tua Anaya dan Inaya

2 Juli 2022 - 07:56 WITA

Diana Cewek Inspiratif, Yang Menantang Kerasnya Kehidupan

29 Mei 2022 - 09:06 WITA

Wisata Joben Evergreen, Datangi Dan Rasakan Sensinya

17 Mei 2022 - 22:06 WITA

Menunggu Pawai Obor Di Malam Hari Kemenangan?

21 April 2022 - 00:32 WITA

Romantika Hidup “Kak Ofik” Dalam Merajut Bahtera Rumah Tangga (Jilid 2)

17 April 2022 - 10:43 WITA

Ponpes Nurul Azhar Membentuk Karakter Santri Mandiri

9 April 2022 - 20:28 WITA

Trending di Peatured