Menu

Mode Gelap
Bantuan Banjir Lobar Terus Mengalir, Humanisme Masyarakat Sasak Masih Kental Pelaksanaan TMMD Tahun 2022 difokuskan Untuk Pembuatan 25 Sumur Bor dan Pompa Hidram Eks Pasar Paok Motong  ditetapkan sebagai  KIHT Pemkab Sumbawa pekan ini target dosis pertama capai 70%, dosis kedua 50% Sebanyak 871 Tenaga Honorer di RSUD Selong Akan di Evaluasi

POROS BERITA · 17 Nov 2021 16:27 WIB ·

Lestarikan Budaya Tenun, 26 Pelajar di Pringgasela Diberikan Pelatihan


					Lestarikan Budaya Tenun, 26 Pelajar di Pringgasela Diberikan Pelatihan Perbesar

Lombok Timur. Poroslombok.com – Dalam rangka mempertahankan budaya tenun dan meregenerasi penenun yang ada desa Pringgasela kecamatan Pringgasela, Pokdarwis Pringgasela melaksanakan Pelatihan Tenun Generasi Muda yang bertempat di Showroom Tenun desa Pringgasela.

Kegiatan Pelatihan Tenun Generasi Muda ini akan dilaksanakan selama 5 hari mulai dari tanggal 15 – 19 November 2021 dan diikuti oleh 26 peserta yang merupakan pelajar SD, SMP dan SMA yang ada di Pringgasela.

Ketua Panitia Pelatihan Tenun Generasi Muda, Rona Iskandar, S.Pd. menyampaikan kegiatan ini dilatarbelakangi karena banyaknya keluhan – keluhan dari masyarakat Pringgasela tentang budaya tenun yang semakin lama semakin terkikis karena generasi muda yang kurang berminat untuk belajar menenun.

Dengan demikian, ia selaku Ketua Pokdarwis bersama pemuda lainnya, melakukan terobosan – terobosan sehingga berhasil melakukan kerjasama dengan Kemendikbud Pusat dalam Program Kemajuan Pemajuan Kebudayaan Desa.

“kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Pokdarwis Pringgasela dengan Kemendikbud Pusat sebagai kontributor acara ini dan semua idenya kami yang laksanakan berdasarkan sumber dari aspirasi masyarakat” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (17/11)

Peserta bukan hanya diajarkan tentang praktik proses bertenun, akan tetapi peserta diajarkan pula tentang filosofinya, inovasinya ke depan bagaimana, kenapa orang bertenun, sejarahnya dan tradisi bertenun yang ada di Pringgasela.

“ Jadi disini, peserta tidak hanya diajarkan praktik bertenun akan tetapi mereka diajarkan juga nilai – nilai budayanya” terangnya.

Dijelaskan Rona Iskandar materi yang diajarkan dalam Pelatihan Tenun ini mulai dari proses awal sampai akhir yaitu pewarnaan alam, pemintalan benang, menggulung benang, memasukkan benang kedalam suri (alat seperti sisir ).

“Semua proses dalam kegiatan Tenun ini diajarkan dari awal sampai akhir oleh pelatihnya yakni penenun – penenun senior dari Pringgasela dan tindak lanjut dari kegiatan ini kami akan adakan Sekolah Tenun” tuturnya.

Adapun kendala yang dihadapi panitia dalam Pelatihan Tenun ini ungkap Rona Iskandar yaitu kekurangan alat tenun (Gedogan) karena untuk sekarang ini hanya memanfaatkan 5 alat tenun yang disewa dari masyarakat.

Untuk mengatasi kendala ini, ia telah mengajukan permohonan pengadaan alat tenun sebanyak 50 buah kepada Dinas Perindustrian dan masih dalam tahap proses. Bukan hanya alat tenun Roni Iskandar juga mengajukan permohonan mesin jahit karena menurutnya hasil Tenun ini harus di inovasikan menjadi produk turunan seperti baju, tas, sepatu dan lain-lain.

Dengan diadakannya Pelatihan Tenun ini, Rona Iskandar berharap kepada peserta, mereka bukan hanya bisa menenun akan tetapi mereka juga bisa menceritakan budaya yang memang sudah diwariskan dari leluhur mereka sendiri. Di samping itu diharapkan juga ke depan peserta harus kreatif dan inovatif untuk bisa membuat produk-produk yang tidak kalah dengan perkembangan zaman.

Untuk itu, nantinya ia juga akan bekerjasama dengan desainer-desainer lokal maupun internasional untuk mengembangkan inovasi tenun ini dan branding. Tujuannya untuk membantu mempromosikan produk-produk masyarakat karena menurutnya permasalahan terbesar yaitu para penenun bisa menciptakan sebanyak-banyaknya kain tenun akan tetapi mereka tidak tahu cara menjualnya. Sehingga dibutuhkan peran dari pemuda-pemuda yang memang mahir di bidang IT untuk membantu masyarakat mempromosikan atau menjual produk-produk mereka.

Sementara itu salah seorang panitia Pelatihan Tenun ini, M. Syafrizal Widiyatma menyampaikan ada 2 desa di Lombok Timur yang mendapat program dari Kemendikbud yaitu desa Pringgasela Induk dan Pringgasela Selatan.

Dijelaskan Atma Sekolah Tenun ini merupakan salah satu dari rangakaian kegiatan. Ada 3 program / kegiatan yang dilakukan yaitu yang pertama Workshop Tenun dan Inovasi, kemudian yang kedua branding untuk memperkenalkan kembali istilahnya tenun Pringgasela dikalangan yang lebih luas dan yang ketiga yakni Sekolah Tenun. (Mr)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Seorang Pemuda Tewas Terlindas Truck Dengan Kondisi Mengenaskan

18 Januari 2022 - 06:10 WIB

H.Haerul Warisin Surati Presiden Terkait Pupuk Subsidi

17 Januari 2022 - 21:20 WIB

Bapera Lotim : Kehadiran Jokowi harus dijadikan Triger untuk sektor wisata dan ekonomi kreatif

14 Januari 2022 - 08:47 WIB

Kecamatan Montong Gading Gelar Pisah Sambut Camat

12 Januari 2022 - 21:55 WIB

Berstatus Quo, Penggarapan Tanah Pecatu Oleh Pihak Pemdes Sukarara Dihentikan

4 Januari 2022 - 19:39 WIB

PD Pemuda NWDI Desak Pemerintah Hentikan Aktivitas Assunah di Lombok

3 Januari 2022 - 13:52 WIB

Trending di POROS BERITA
error: Content is protected !!