Makam “PREN” Peninggalan Sejarah, Menyimpan Misteri Sang Ulama Makkah

0

History – Tidak akan pernah habis kalau kita berbicara sejarah pulau seribu Mesjid ini, yang dimana tersimpan misteri dan Mitos masa lalu, namun ada sebuah makam peninggalan seorang ulama makah yang sangat di sakralkan oleh masyarakat di beberapa kecamatan di kabupaten Lombok Timur.

Makam “PREN” sebuah makam yang berada di Desa Kilang kecamatan Montong gading Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, yang sampai saat ini masih menyimpan misteri karna belum ada satupun yang mengetahui umur makam tersebut dan tahun berapa makam ini di temukan. namun tim poroslomok berhasil mengungkap siapa yang di makamkan di tempat ini.

Lalu Mardan mangku Makam “PREN”

Menurut Cerita pemangku makam “PREN” Lalu Mardan yang aslinya berasal dari Lombok tengah, makam ini adalah makam seorang sayyid yang berasal dari makah dan merupakan salah satu ulama yang ikut serta dalam peyebaran agama islam di pulau lombok, nama Ulama tersebut Adalah “Sayyid Syeh Jalalael Wali Pren” sehingga makam ini di sebut makam “PREN”

Baca Juga :  Batasan suci makam Almagfurlah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Sudah di Berlakukan

Nama ini diberikan langsung oleh lalu Mardan, dan tidak bisa kita pungkiri setiap makam para Wali khususnya di pulau Lombok ini mempunyai banyak keistimewaan seperti sering disebutkan dalam Alqur’an bahwa masing – masing Wali diberikan Karomah oleh Allah.,SWT tentu kita sebagai umat islam percaya tentang hal tersebut.

Menurut cerita dan mitos yang beredar dimasyarakat makam “PREN” dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, makanya makam ini selalu rame di kunjungi para peziarah khususnya hari senin untuk meminta kesehatan namun makam ini cuma sebagai syarat namun hakekatnya tetap kepada Allah.SWT.

Pertama kali makam ini di pegang sama bapak kasih namun setelah ia meninggal makam ini diserahkan kepada mamiq mardan Mengingat makam “PREN” ini sangat di sakralkan khususnya oleh masyarakat setempat, karna makam ini dipercaya mempunyai hikmah (Kelebihan) terbukti dengan banyaknya peziarah setiap hari bahkan sampai luar Pulau Lombok

Bentuk ritual masyarakat yang mengunjungi makam ini dengan membaca doa yang ada dalam Al.Qur’an seperti yasinan dan doa- doa yang lain namun ada juga yang membawa Ayam dan disembalih disana, biasanya akan di lakukan oleh masyarakat yang sedang mengalami sakit parah yang sukar untuk di Obati oleh medis.

Baca Juga :  Museum Dokumentasi Pahlawan Nasional TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid Segera di Launching.

Makam “PREN” Tetap di jaga Keasalinya sampai saat ini masyarakat setempat tidak mau menata makam tersebut takutnya akan dijadikan tempat – tempat orang melakukan hal – hal yang tidak di inginkan, yang dapat menghilangkan kesakralan tempat tersebut.

Semoga makam ini menjadi Cagar Budaya karna ini merupakan kekayaan Kabupaten Lombok Timur yang harus di tetap dijaga dan dilestarikan walaupun sampai saat ini kurang perhatian oleh pemangku kebijakan, agar sebutan Pulau seribu masjid sesuai dengan maknanya yang dimana masyarakatnya sangat menghormati, para ulama sebagai pewaris para Nabi.

Penulis :Arul
Sumber : Lalu Mardan Mangku Makam “PREN”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here