Maraknya Kasus Begal di Kecamatan Sakra, Polsek Dinilai Abai

0
650

LOMBOK TIMUR, Poroslombok.com – Kasus begal kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur, pelaku beraksi di jalan raya jurusan Sakra- Rumbuk, Kecamatan Sakra pada Kamis malam 10 juni 2021, korbannya kali ini merupakan seorang pelajar atas nama Annaspi (15).

Menurut keterangan yang dihimpun Poroslombok, korban waktu sedang mengendarai sepeda motornya dari arah Sakra-Rumbuk, tepat di simpang tiga dekat dengan SMPN 1 Sakra, korban berhenti hendak memperbaiki plat nomor kendaraannya yang terjatuh.

Namun tiba-tiba dua orang pelaku datang dari belakang menggunakan sepeda motor mendekati korban, dan langsung menodongkan parang kearah leher korban, sehingga korban yang diancam dengan parang tidak bisa berbuat apa-apa. seketika pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban merek scoopy.

Baca Juga :  Forkopimcam Sikur dan Gabungan TNI POLRI Sekat Akses ke Objek Wisata

Setelah itu korban melapor ke Polsek Sakra guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Sakra melalui Kasi Humas Polres Lotim, Iptu L Jaharudin ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan adanya kasus begal yang terjadi di jalan jurusan Sakra-Rumbuk yang menimpa pelajar.

“Kasusnya masih dalam lidik untuk mengungkap pelaku,”paparnya.

Sementara itu Ketua LSM Rinjani Foundation, Zainul Muttaqin, menyoroti kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Sakra, yang beberapa bulan terakhir banyak sekali kasus curanmor yang terjadi di Kecamatan Sakra, Lombok Timur.

“APH kok terkesan melakukan pembiaran dalam kasus curanmor akhir-akhir ini, ada apa?, bulan ini saja sudah banyak yang terjadi, belum lagi pembobolan rumah di Desa Kabar beberapa waktu lalu,”cetusnya.

Baca Juga :  Simposium International Walikota dan Bupati serta NGO Forum. Bupati Lotim Jadi Salah Satu Narasumber

Zainul juga menyebutkan, tindakan begal yang menimpa pelajar pada 10 juni tersebut merupakan sebuah penghinaan, mengingat lokasi terjadinya pembegalan beberapa meter dari markas Polsek Sakra.

“Ini sudah keterlaluan, begal ini tidak kenal tempat, sampai-sampai keluarga dekat kita tidak berani keluar rumah gara-gara maraknya begal, jarang sekali juga terungkap, kalo seperti ini semakin senang orang menjadi begal,”tutupnya dengan nada lantang. (Ns)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here