Menu

Mode Gelap
Pelaksanaan TMMD Tahun 2022 difokuskan Untuk Pembuatan 25 Sumur Bor dan Pompa Hidram Eks Pasar Paok Motong  ditetapkan sebagai  KIHT Pemkab Sumbawa pekan ini target dosis pertama capai 70%, dosis kedua 50% Sebanyak 871 Tenaga Honorer di RSUD Selong Akan di Evaluasi Diduga Pukuli dan Injak Kernek Dump Truck, Oknum Stafsus Gubernur Hampir Diamuk Massa

Berita Utama · 22 Jun 2022 14:47 WITA ·

Minat Baca Anak Rendah, Guru SDN 1 Labuhan Haji Diharapkan Lebih Berperan Aktif


 Ganbar Ilustrasi Perbesar

Ganbar Ilustrasi

Poroslombok.com | LOTIM –

Membaca merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam belajar terutama bagi para siswa sekolah, karena dengan membaca banyak manfaat yang bisa di ambil, antara lain dengan banyak membaca maka pengetahuan siswa akan semakin berkembang, semakin luas cakrawala berfikirnya.

Oleh karena itu, kegiatan dalam proses belajar mengajar tidak terlepas dari kegiatan membaca, sebut saja dalam mengulang materi pelajaran yang disajikan oleh guru maupun dalam mencari bahan pendukung dalam mengasosiasikan keterangan guru tadi, begitu juga dalam mengerjakan tugas-tugas.

Persoalan yang muncul adalah kurangnya minat baca para siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar tersebut. Kurangnya minat baca pada masing-masing jenjang sekolah memiliki sebab yang beragam. Namun pengaruh perkembangan tekhnology menjadi sebab yang umum.

Rendahnya minat baca pada anak usia sekolah dasar (SD) misalnya, salah satu faktornya adalah dikarenakan anak-anak sudah beralih kebiasaan belajar dengan menggunakan gadget. Hanya dengan membuka headline mata pelajaran di YouTube/Google mereka sudah dapat mengaksesnya.

Sayangnya waktu untuk membuka pelajaran hanya beberapa menit saja. Selebihnya, selama berjam-jam digunakan untuk main game atau untuk sekedar menonton video youtube. Hal ini seperti dua sisi mata pisau.

Kondisi inilah yang dikeluhkan oleh wali siswa SDN 1 Labuhan Haji. Salah seorang wali murid yang tidak bersedia menyebutkan identitasnya mengutarakan keprihatinannya kepada poroslombok. Dirinya mengaku kwalahan dalam mengatur waktu belajar dan bermain anak-anak di rumah.

Karnanya ia meminta peran aktif guru SDN 1 Labuhan Haji agar mengambil inisiatif untuk memberikan kesibukan kepada siswa ketika berada di rumah, agar porsi belajar lebih banyak ketimbang bermain game. Misalnya, dengan memberikan tugas pekerjaan rumah (PR), serta memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya mengulang materi pelajaran di rumah.

“Kan anak-anak kita sudah terbiasa belajar menggunakan gadget sejak pandemi, mereka juga ada group WA. seharusnya gurunya memberikan tugas/arahan melalui WAG itu,” keluhnya.

Sikap guru yang dinilainya sangat kurang aktif dalam memonitor aktivitas para siswa ketika berada di rumah, adalah sebagai gambaran bahwa guru tersebut gagal dalam memainkan peranannya sebagai seorang guru profesional. Di sisi lain, para orang tua siswa/wali dituntut untuk dapat menjaga dan mengatur anak dalam menggunakan gadget.

“Sebagai orang tua dituntut lebih extra mengatur, menjaga penggunaan gadget oleh anak kita. Menjadi pertanyaan, sebagai orang tua/wali pernahkah kita melakukan penjagaan terhadap anak kita?,” tanya dia, seakan ingin memberi penegasan bahwa guru dan wali siswa agar sama-sama saling introspeksi diri.

Meski demikian, dirinya mengakui, tanggung jawab guru sangat tergantung pada orang tua siswa, motivator, sekaligus sebagai fasilitator terhadap kebutuhan belajar siswa, mulai dengan tersedianya media hand phone, dana pembelian data pulsa dan jaringan serta berbagai kebutuhan lainnya.

“Sehingga di sini saya berharap, peran guru dan orang tua menjadi partner belajar siswa. Sehingga guru dari sekolah selalu memonitor perkembangan belajar siswa. Selain itu guru memberikan tugas dan motivasi sehingga anak tidak jenuh belajar,” pungkasnya.

Sementara itu, kepala sekolah SDN 1 Labuhan Haji, Ahmad Zohiri, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (22|6|22) mengatakan, bahwa proses pembelajaran itu umumnya di sekolah. Apalagi, kata dia, berdasarkan surat edaran (SE) yang ia terima bahwa sudah boleh membuka sekolah untuk melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka.

“Artinya bahwa, daring itu sudah di batasi. Kenapa? Karna kita sudah bisa melakukan tatap muka,” ujarnya.

Karnanya, anggapan wali murid yang mengatakan bahwa para guru di sekolah itu sudah tidak lagi aktif menggunakan media WA group yang digunakan pada saat masih pandemi untuk proses pembelajaran secara daring, adalah anggapan yang tidak benar.

Ia justru balik menuding bahwa wali murid yang beranggapan seperti itu adalah wali murid yang ingin santai. Dikatakan seperti itu lantaran sekolah sudah dibuka untuk pembelajaran tatap muka, sehingga tanggung jawab guru adalah di sekolah. Namun begitu, untuk suksesnya sebuah pendidikan dibutuhkan bantuan dari wali murid.

“Jadi kami dari jam 7 sampai jam 2 (siang), itulah tugas kami. Memang ada tugas tambahan, dan itu sudah kita lakukan,” klaim dia.

Dikatakan lebih lanjut, bahwa mengharapkan guru untuk mengontrol para siswa selama 24 jam adalah sesuatu yang tidak mungkin. Karnanya ia mengharapkan peran para orang tua/wali murid untuk ikut berperan aktif dalam mengontrol anak-anak saat berada di rumah.

Ia menyebut bahwa seorang guru adalah manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan. Sebab itulah dirinya meminta agar kekurangan yang sedikit tidak lantas menutupi kerja keras para guru di sekolah dalam membimbing semua siswanya.

“Karna itu, mari para wali murid juga untuk kita sama-sama saling introspeksi diri. Pernahkah mereka juga mengawasi dan membimbing anak-anaknya secara maksimal di rumah?, ini kok kesalahan mereka dilontarkan ke kita!,” tudingnya.

Kandati begitu, dirinya berjanji akan merespon dengan baik apa yang menjadi keluhan para wali murid untuk ditindak lanjuti bersama semua guru yang ada pada SDN 1 Labuhan Haji. Bahkan ia mengucapkan terimakasih atas adanya informasi keluhan wali murid, dan akan dijadikan sebagai suntikan semangat untuk memberikan bimbingan yang lebih maksimal lagi kedepannya.

“Jadi, puas dan tidak puas itu pasti ada. Tetapi jangan kemudian kekurangan yang sedikit dijadikan negatif dan membuyarkan semua hasil kerja keras guru-guru di sini,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Ahmad Azroi, yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan, bahwa saat ini kita dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang harus kita menyesuaikan secara bijak.

Perkembangan teknologi, kata Azroi, memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan. sehingga dengan perangkat teknologi menjadikan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan menjadi lebih mudah, cepat dan efisien.

“Namun juga tak jarang memiliki dampak negatif manakala kita tidak bijak dalam menyikapinya,” terangnya.

Sambung Azroi, salah satu penerapan teknologi saat ini adalah pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan perangkat digital. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek telah menyiapkan berbagai bahan ajar dan materi yang dapat diakses oleh pendidik dan peserta didik.

Sehingga ruang untuk belajar lebih luas dan menyenangkan melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Namun, kembali lagi peranan kita bersama adalah kata kuncinya. Harus ada kolaborasi dan kerjasama antara guru dan orang tua dalam mendidik anak-anak.

“karena Sistem Pendidikan Nasional negara kita dibangun atas prinsip kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Masyarakat,” terang Azroi memungkasi.

(Anas/pl)

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Orang Tua Inaya dan Anaya Sampaikan Terimakasih Kepada Bupati Sukiman

30 Juni 2022 - 18:30 WITA

Abah Uhel Akan Segera Renovasi Tiga Jembatan Di Lotim Bersama Jamaah Yatofa

30 Juni 2022 - 00:18 WITA

Target Pemkab Lotim Pada MTQ XXIX, Sukses Penyelenggaraan dan Sukses Dalam Prestasi

28 Juni 2022 - 21:50 WITA

Anggota DPD RI Perwakilan NTB Usulkan Peta Tanah Nasional

26 Juni 2022 - 08:13 WITA

Senator ASA Luruskan Issue Hoaks Soal DPR RI Setujui RUU Pemekaran 5 Provinsi

25 Juni 2022 - 15:02 WITA

KPU Lotim Harapkan Anggota KPPS Tidak Ada Dari Keluarga Calon Kepala Desa Saat Pilkades

21 Juni 2022 - 14:01 WITA

Trending di Berita Utama