Operasi Masker di Kecamatan Sakra, Seorang Ibu Mengomel, Dua Orang Pemuda Loncat Katak

0
Tampak seorang anggota Satpol PP Lotim sedang mengawasi dua orang pemuda yang mendapatkan hukuman push up saat pelaksanaan razia masker di kecamatan sakra. Foto/anas pl.

LOTIM – Razia Yustisi, atau yang umum dikenal dengan sebutan Operasi Masker oleh kembali digelar di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Razia Masker ini melibatkan gabungan dari personil Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur.

Memasuki hari ke-12 sejak dimulai dari tanggal 18 juli lalu. pada hari ini, kamis (29/07/21) dilakukan di depan Kantor Kecamatan Sakra. Dari pantauan media ini, beberapa orang pengendara, baik roda dua maupun roda empat yang kedapatan tidak menggunakan masker digelandang masuk ke halaman kantor camat sakra.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat (Linmas) pada Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kabupaten Lombok Timur, Eka Taopan Prawita, saat diwawancarai disela-sela kegiatan razia masker tersebut menegaskan, bahwa razia tersebut dilakukan dalam rangka menegakkan Perda Provinsi NTB nomor 7 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular.

Eka Taopan menyebutkan, dalam pelaksanaan razia masker kali ini dilakukan hanya satu kali saja dalam sehari. Ia juga memaparkan, bagi masyarakat umum yang melanggar atau tidak menggunakan masker akan dikenakan sangsi denda 100 ribu. Bagi yang tidak bersedia membayar denda maka akan dikenakan sangsi sosial, yakni membersihkan fasilitas umum.

Baca Juga :  Gugus Tugas Kec.Jerowaru Jamin Kebutuhan Warga Selama Masa Karantina

“Sesuai dengan Perda Provinsi NTB nomor 7 tahun 2020, masyarakat umum akan dikenakan sangsi denda sebesar 100 ribu. Sedangkan bagi PNS yang melanggar atau tidak menggunakan masker, akan dikenakan denda 200 ribu rupiah,”paparnya.

Menurutnya, selama melakukan razia pada bulan ini pihaknya belum menemukan adanya PNS yang melanggar aturan atau tidak menggunakan masker. Hal itu menurut dia menunjukkan bahwa, para Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Dirinya berharap, dengan penegakan Perda berupa operasi yustisi masker tersebut akan menjadi sadar akan pentingnya menggunakan masker pada masa pandemi ini. karna dengan menggunakan masker, lanjut dia, akan dapat menekan penularan covid-19.

Sementara itu di tempat sama, Inak Saufi, warga Embung Belek, Desa Mujur, Kabupaten Lombok Tengan ikut terjaring razia karna tidak menggunakan masker. Karna tidak bersedia membayar denda, dirinya pun kemudian diminta untuk menyapu di halaman kantor camat sakra.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Gaji ke-13 Honorer Lotim Akan Tuntas Dibayarkan Sebelum Lebaran

Sambil menyapu sampah dedaunan kering, ia terlihat ngomel-ngomel dengan wajah cemberut bercampur rasa kesal. Usut punya usut, ternyata dirinya sedang kesal terhadap menantunya yang memboncengnya menggunakan sepeda motor namun tak memenuhi permintaannya untuk menggunakan masker sebelum bepergian.

“Saya dari embung belek mujur, mau ke tangi sama menantu saya. Padahal tadi saya sudah ingatkan supaya menggunakan masker, tapi dia ndak dengar kata-kata saya,”tutur dia kesal.

Tak hanya inak saufi yang ngomel-ngomel karna kesal, tampak dua orang pemuda sedang diarahkan oleh anggota Satpol PP untuk masuk ke halaman kantor camat dengan gerakan loncat katak. Tak sampai disitu, kedua pemuda itu juga diminta push up sebanyak 20 kali sebagai hukuman atas upaya mencoba melarikan diri saat diberhentikan oleh petugas. (ns-pl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here