PLT Direktur RSUD Selong Disoal, Direktur LENS@ Rakyat: Sah-sah Saja

0
H. Hafsan Hirwan, SH, Direktur Eksekutip Lembaga Transparansi (LENS@) Rakyat/foto dok-Anas

PLOMBOK TIMUR | Poroslombok.com – Keberadaan Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Soedjono Selong disorot oleh berbagai kalangan, lantaran Direktur Rumah Sakit yang sudah naik level jadi type “B” itu tak kunjung definitif. Beragam persepsi dan argumentasi pun muncul menghiasi ruang-ruang publik di media-media online. mulai dari yang mengkritisi hingga yang menganggapnya sebagai kebijakan yang lazim.

Salah satu komentar datang dari pemerhati kebijakan, yakni Direktur Eksekutif Lembaga Transparansi (LENS@) Rakyat, H. Hafsan Hirwan, SH. Menurutnya, bahwa kebijakan mengangkat PLT Direktur Rumah Sakit Umum Daerah terhadap satu orang oleh owner dalam hal ini Bupati sebagai Kepala Daerah adalah sah-sah saja, sepanjang tidak melanggar ketentuan dan mekanisme pengangkatan serta tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

“Iya sah-sah saja selama tidak ada pihak-pihak yang dirugikan, yang penting dalam pengangkatan sesuai rambu-rambu penempatan seorang pejabat. Misalnya dalam setiap enam bulan dilakukan pengangkatan dan di SK kan kembali sebelum enam bulan, ya boleh-boleh saja,” jelas H. Hafsan kepada poroslombok di selong, minggu (12/9/21).

Ia menegaskan, dalam hal pengangkatan seorang PLT Direktur menjadi hak preogatif Bupati sebagai kepala daerah untuk mengangkat satu orang sampai batas waktu yang tidak ditentukan, tentunya dengan melihat dan mempertimbangkan dari sisi kemanfaatan kepada kemajuan rumah sakit dan kepada masyarakat secara luas.

Baca Juga :  AP2DB mengutuk oknum-oknum panitia PAW Desa Batuyang yang di Duga Tidak Netral

Menurutnya, dalam hal pengangkatan seorang pejabat, dalam hal ini PLT Rumah Sakit, tentunya tidak terlepas dari kepercayaan Bupati sebagai Owner kepada pejabat bersangkutan. Kepercayaan itu sendiri, menurut dia, tentunya dengan melihat keberhasilan, prestasi, kemampuan manajerial serta mampu mengakomodir keinginan pemerintah daerah dalam rangka memberikan pelayanan yang baik dan optimal kepada masyarakat Lombok Timur.

“Jika semua tupoksi berdasarkan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ada sudah dilakukan, lalu kemudian keinginan pemerintah daerah sudah diakomodir, lalu masalahnya dimana?,” ujarnya menandaskan, sembari menambahkan bahwa dalam hal pengangkatan seorang pejabat tidak boleh main coba-coba.

Ditanya apakah di daerah ini tidak ada orang lain yang mampu selain Dr. Tantowi?, dirinya tidak menampik bahwa tentu masih banyak yang memiliki kemampuan. Namun begitu menurut dia saat ini hanya Dr.Tantowi yang mampu meyakinkan Owner dalam hal ini Bupati sebagai Decicion Maker (penentu kebijakan-red), hingga dirinya masih dipercaya sampai saat ini untuk menakhodai rumah sakit tersebut.

Oleh karna sebab itu dia berharap, bagi setiap orang warga negara yang merasa memiliki kemampuan, dan atau bagi yang merasa memiliki orang yang dianggap mampu agar mengusulkan dan memberikan telaahan kepada Bupati untuk dapat dipertimbangkan. Sisi lain dia juga menegaskan bahwa keputusan tetap menjadi kewenangan Kepala Daerah untuk mengangkat siapa yang ia percaya.

Baca Juga :  Rayakan Haul ke-7 Ponpes Irsyadul Mujahidin NW Teliah, Ketua Panitia Ingatkan Sejarah

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.Soedjono selong, Dr. Tanthowi Jauhari, saat dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp terkait dengan kritikan yang dialamatkan kepada dirinya menjawab singkat dan lugas.

“Kan yang menugaskan Kepala Daerah. Tiyang (saya) hanya menjalankan tugas semaksimal mungkin,”tulisnya

Thantowi menambahkan, dengan kepercayaan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada dirinya hingga diangkat sampai tiga kali menjadi PLT Direktur Rumah Sakit tak lantas menjadi beban bagi dirinya. Sebaliknya, kepercayaan itu ia jadikan sebagai suplement untuk mendedikasikan diri secara maksimal demi kemajuan Rumah Sakit dan Daerah.

“InsyaAllah saya ikhlas, Demi kemajuan Rumah Sakit dan Daerah yang merupakan kampung halaman saya, kita niatkan ibadah saja,”tutupnya singkat. (NS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here