Pokir Pembangunan Sumur Bor Milik DPRD Lotim Direncanakan Selesai September 2021

0

LOMBOK TIMUR – Kepala Bidang Pertamanan dan Ruang Terbuka Hijau Dinas LHK Ma’rifatullah menjelaskan hingga Juli 2021, tercatat Pokok Pikiran (Pokir) pembangunan Sumur Bor milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur yang dititipkan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat baru terselesaikan 48,5% dengan total anggaran sekitar 6.7 M.

“Sampai dengan bulan Juli 2021 baru kita bisa selesaikan sekitar 48,5%, dari 48 paket dan sudah selesai 18 paket,” jelas Ma’rifatullah, Selasa (27/7).

Ia melanjutkan, terdapat sekitar 28 titik sisa pekerjaan pengeboran sumur yang belum diselesaikan. Namun hal itu telah sesuai dengan masa pelaksanaan yang ditetapkan dalam kontrak dan akan berakhir pada triwulan ketiga.

Menurut Ma’rifatullah, masa pelaksanaan berbeda disebabkan oleh masa kontrak yang telah disepakati. Sehingga, walaupun di DPA induk pekerjaan tersebut dituntaskan sampai triwulan ke empat, tapi pihaknya akan berusaha menuntaskannya pada triwulan ke tiga yakni sampai bulan September.

Titik pengeboran sumur yang belum terselesaikan ada di beberapa kecamatan seperti di kecamatan Montong Gading, Jerowaru dan Sakra Barat.

Baca Juga :  Respon Cepat, Kasat Reskrim Akan Segera Memanggil Terduga Penyalahgunaan Pokir Dewan

Ma’rifatullah pun menjabarkan permasalahannya adalah karena keberadaan ekonomi dari para penyedia layanan akibat pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala, sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih menjelang musim kemarau yaitu pada September, Oktober, November,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Ma’rif ini pun menjelaskan, hal itu sudah sesuai dengan masa kontrak. Saat ini pihaknya terus menjalin komunikasi dengan penyedia agar bisa segera menuntaskan pengerjaan pembangunan sumur bor.

Ma’rif yakin dengan adanya pembangunan sumir bor ini, masyarakat Lombok Timur merasa bersyukur atas bantuan beberapa dewan.

Ia juga yakin pembangunan tersebut dapat membantu pimpinan daerah meminimalisir dan menuntaskan permasalahan krisis air bersih yang terjadi setiap tahunnya.

Data menunjukkan, pada tahun 2020 lalu, 13 kecamatan di wilayah Lombok Timur mengalami krisis air bersih, namun dengan adanya Pokir sumur bor yang diberikan dan tersebar di Lombok Timur dapat meminimalisir krisis air bersih masyarakat.

Baca Juga :  Tewaskan 1 Orang Pemotor, Polisi Akan Periksa Sopir Dum Truk Usai Perawatan

Metode pengerjaan dalam menyelesaiakan pembangunan sumur bor tersebut, dimulainya dari penentuan titik kemudian melakukan geolistrik. Ini guna mengidentifikasi pada kedalaman berapa potensi Air itu ada.

Setelah itu direncanakan, kemudian baru dibuatkan kontrak kerja dengan penyedia sebanyak 48 CV.

Dengan anggaran bervariatif dengan nilai Rp100 juta sampai Rp200 juta, Pokir sumur bor mampu menghasilkan air 1 liter perdetik untuk sekitar 80 Kepala Keluarga (KK).

Rata-rata dalam pembangunannya, lokasi yang tunjuk oleh masyarakat kebanyakan di musholla dan masjid, karena dinilai pemanfaatannya lebih efektif.

Maka dari itu, Ma’rifatullah berharap kepada masyarakat agar sumur bor yang telah dibangun, dirawat dan dipelihara terutama mesin pompanya.

Ma’rifatuulan pun berpesan untuk masyarakat yang belum dituntaskan pengerjaannya agar bersabar.

“Insyallah sampai dengan triwulan ketiga ini, pengerjaan dapat kami tuntaskan,” janjinya. (Rl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here