Prof Asikin : SK Bencana Tidak Bisa Hentikan Penyelidikan Ambruknya Proyek Penataan Senggigi

0
0

LOBAR | Poroslombok- Keluarnya Keputusan bupati Lombok Barat yang menetapkan peristiwa ambruknya proyek penataan kawasan wisata Senggigi awal 2021 lalu sebagai bencana alam tidak bisa menghentikan proses hukum oleh Aparat Penegak Hukum. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Univeritas Mataram Prof Zainal Asikin. Menurutnya SK tersebut tidak dapat menghentikan proses penyelidikan yang dilakukan oleh APH.

Ia mengatakan bahwa Aparat Penegak Hukum masih bisa tetap mengusut kasus ambruknga proyek Penataan Kawasan Senggigi yang menelan biaya miliar Rupiah walau ada SK Bupati yang menyatakan bahwa ambruknya proyek tersebut karena bencana alam. Menurutnya aparat penegak Hukum tetap dapat menyelidiki ambruknya proyek ini dari aspek spesifikasi teknis bangunan proyek miliar tersebut. “Tetap bisa diselidiki dari aspek bangunan, apakah speknya sesuai secara teknik, maka butuh ahli bangunan dari fakultas teknik” ujarnya.

Baca Juga :  Pahrizal Iqrom : Mutasi berlarut larut, Sekda Gagal Dalam Konsolidasi Internal

Ia mengatakan bahwa apabila proyek penataan kawasan wisata senggigi yang menelan biaya sebesar 6,1 Miliar Rupiah tersebut secara tehnik baik maka hujan badai tidak akan menyebab longsor. Karenanya ia mengatakan APH bisa melihat ukuran betonnya dan disesuaikan dengan gambar perencanaan. Hal ini untuk melihat apakah ada penyimpangan dalam proyek penataan kawasan wisata senggigi tahun 2020 lalu. “Cukup lihat ukuran betonnya dikaitkan dengan gambar perencanaannya akan ketemu penyimpangannya”

Sebelumnya awal tahun 2021 proyek penataan kawasan wisata senggigi yang dikerjakan akhir tahun 2020 lalu ambruk di tiga lokasi. Untuk diketahui ketiga proyek yang ambruk ini bernilai Rp 6,1 miliar. Kawasan di sekitar Hotel Pasifik yang ambruk nilai proyeknya Rp 1,7 miliar. Kawasan di sekitar Kafe Alberto senilai Rp 1,8 miliar. Kawasan di Hotel Sheraton nilai proyeknya Rp 2,6 miliar. Ketiga proyek yang rusak ini masuk dalam lima proyek penataan kawasan Senggigi. Kelima proyek yang dieksekusi tahun 2020 tersebut bernilai Rp 9,8 miliar. Proyek lainnya ada di kawasan Makam Batulayar dengan anggaran Rp 2,6 miliar. Kawasan Pura Batu Bolong senilai Rp 1,2 miliar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here