Replika Menara Eiffel Menjadi Magnet Pengunjung Wisata Denda Seruni

0

Lombok Timur. Poroslombok – Salah satu objek wisata andalan yang ada di desa Labuhan Lombok kecamatan Pringgabaya yakni wisata Denda Seruni. Wisata alam yang indah ini, dulunya merupakan danau kumuh yang tidak terurus dan kini di sulap menjadi objek wisata yang mempesona.

Ketua pengelola wisata Denda Seruni, Imran saat di konfirmasi menjelaskan pembuatan wisata Denda Seruni tersebut merupakan dukungan penuh dari pemerintah desa dengan menggunakan anggaran dana desa.

Adapun wahana andalannya yaitu replika menara Eiffel yang terbuat dari bambu yang menjadi daya tarik tersendiri dan mampu menyedot jutaan pengunjung.

“Selain replika menara Eiffel, kita juga mempunyai beberapa wahana seperti sepeda air, kano, bebek goncang, yang bisa digunakan berkeliling di danau air tawar ini’ ucap Imran.

Baca Juga :  Masyarakat Sukadana Segel Kantor Desa, Tuntut Kades Mundur

Dijelaskannya Wisata Denda Seruni dibangun pada tahun 2019 melalui ide kepala desa yang ingin mengurangi angka pengangguran, kemudian untuk meningkatkan pendapatan asli desa dan juga untuk kebersihan lingkungan.

Karena sebelum dibuat objek wisata, dulunya merupakan sungai atau kali yang tidak terurus bahkan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar.

“Karena melihat keadaan inilah bapak kepala desa memiliki ide ingin membangun wisata bermain seperti ini” jelasnya.

Rencana kedepan menurut Imran akan menggarap mangrove dan akan membuat jembatan sepanjang lima ratus meter dan akan dibuat aula apung dan kafe apung.

Baca Juga :  Dandim Lotim : "Satu SST Kodim Siap Back Up Polres Lotim Amankan Libur Panjang"

“Mudah – mudahan kita bisa membebaskan lahan kemudian kita bisa menggarap mangrove dan membuat jembatan kemudian kita buat aula apung dan kafe apung juga di luar” tegasnya.

Lebih jauh Imran berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah dan pusat sehingga pihak pengelola bisa memaksimalkan keinginan pengunjung dalam melengkapi fasilitas dan wahana – wahana di wisata Denda Seruni tersebut.

“Alhamdulillah wisata ini sudah sangat ramai dikunjungi dan masih banyak masukan dari pengunjung yang belum bisa kita realisasikan karena kita terkendala dana” tutupnya. (Mr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here