Menu

Mode Gelap
Bantuan Banjir Lobar Terus Mengalir, Humanisme Masyarakat Sasak Masih Kental Pelaksanaan TMMD Tahun 2022 difokuskan Untuk Pembuatan 25 Sumur Bor dan Pompa Hidram Eks Pasar Paok Motong  ditetapkan sebagai  KIHT Pemkab Sumbawa pekan ini target dosis pertama capai 70%, dosis kedua 50% Sebanyak 871 Tenaga Honorer di RSUD Selong Akan di Evaluasi

POROS KESEHATAN · 27 Okt 2021 11:06 WIB ·

RSUD Selong Berikan Pelayanan Vaksin Untuk Pasien Jantung, Apa Saja Kriterianya?


					RSUD Selong Berikan Pelayanan Vaksin Untuk Pasien Jantung, Apa Saja Kriterianya? Perbesar

LOTIM | Poroslombok.com – Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur terus digenjot. Diketahui sebelumnya, pemda Lotim melibatkan semua pejabat dari seluruh OPD yang ada dalam kegiatan pelayanan vaksinasi tersebut.

Upaya itu dilakukan demi mengejar target tercapainya Herd Immunity (Kekebalan kelompok) di wilayah ini. Hasilnya, sebanyak 1000 (seribu) dosis vaksin habis kurang dari tiga hari seperti yang sudah ditargetkan oleh Bupati.

Sebagai garda terdepan dalam penanganan dan pelayanan vaksinasi covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono Selong terus berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat.

Hari ini, rabu (27/10) pihak rumah sakit melaksanakan pelayanan vaksin dengan sasaran khusus kepada pasien jantung sebanyak 100 (seratus) dosis untuk dosis pertama dan dosis kedua yang bertempat di poliklinik jantung RSUD Selong.

Sebelumnya, pada tanggal 29 september lalu sudah dilaksanakan pelayanan vaksinasi bertepatan dengan momntum perayaan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) bertempat di poli jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono Selong. Hal itu diungkapkan dr. Hesti Wulandari, Sp.JP, FIHA, Kepada poroslombok disela-sela pelayanan vaksin.

Dikatakan dr. Hesti, bahwa seseorang dengan gejala penyakit jantung dalam kondisi stabil akan layak untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi dengan kriteria tertentu. Hal itu berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI).

“Pada pelayanan vaksin pertama dan kedua ini sudah kita lakukan screening untuk kelayakan boleh mendapatkan vaksin atau tidak. Jadi, semua pasien jantung tidak boleh mendapatkan vaksin, itu tidak benar,” kata dia.

Dijelaskan dr. Hesti, berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh PERKI, ada tiga kriteria pasien jantung yang layak untuk mendapatkan vaksin, diantaranya:

Yang pertama, pasien jantung dengan kondisi akut atau baru saja mengalami serangan jantung namun telah mendapatkan perawatan yang optimal. Setelah kondisi stabil setelah kondisi akutnya setelah dua sampai empat minggu, maka layak untuk mendapatkan vaksin.

Yang kedua, pasien jantung yang telah menjalani prosedur tindakan. Misalnya yang telah mengalami pemasangan alat pacu jantung ataupun tindakan alat bedah vitas jantung atau yang biasa disebut Operasi Bypass Jantung, setelah mendapatkan perawatan yang optimal dan kondisinya stabil setelah satu sampai dua minggu juga layak untuk diberikan vaksin.

Yang ketiga adalah pasien hipertensi. Pasien hipertensi boleh mendapatkan vaksin apabila tekanan darahnya sudah terkontrol. Rekomendasi dari PEKA adalah apabila tekanan darah dibawah 180 seperseratus. Namun, menurut dr. Hesti, akan lebih optimal apabila tekanan darah dibawah 160.

Selanjutnya, lanjut dia lagi, diluar kategori diatas ada kategori anak-anak yang merupakan pasien jantung bawaan atau faktor keturunan.

“Pasien jantung kategori anak-anak yang sudah mendapatkan perawatan yang optimal dan kondisinya sudah stabil juga boleh mendapatkan vaksin. Sejauh ini, kategori vaksin yang paling aman untuk anak-anak adalah vaksin sinovac,”tandasnya. (ns)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anak Usia 6-11 Tahun Mulai Divaksin, Bupati Lotim: ini Perwujudan Kasih Sayang Pemerintah

17 Januari 2022 - 10:42 WIB

Capaian Vaksinasi Lotim Dosis Ke Dua dan Lansia belum sesuai target

24 Desember 2021 - 08:08 WIB

Beresiko Tinggi Namun Banyak Masyarakat Lotim Yang Menolak Dirujuk Saat Persalinan

21 Desember 2021 - 11:09 WIB

Deklarasi 5 Pilar STBM, Kepala PKM Terara Berharap Penyebaran Penyakit Dapat Diminimalisir

9 Desember 2021 - 08:51 WIB

Jumlah Tenaga Honorer Di Puskesmas Terara Masih Seimbang

8 Desember 2021 - 08:05 WIB

Kepala Puskesmas Keruak: Masyarakat Harus Vaksin Mumpung Gratis

21 November 2021 - 07:16 WIB

Trending di POROS KESEHATAN
error: Content is protected !!