Seorang Warga Pringgesela Ditemukan Gantung Diri

0
0

Lombok Timur . Poroslombok – Masyarakat dusun Lelongkak desa Pringgasela kecamatan Pringgasela dihebohkan dengan adanya salah seorang warga yang ditemukan gantung diri pada hari Senin (4/10) sekitar pukul 07:00 wita.

Adapun inisial Korban yakni M (42 tahun) ibu rumah tangga yang merupakan warga dusun Lelongkak desa Pengadangan Barat kecamatan Pringgasela.

Kronologis penemuan korban M bermula ketika saksi A yang merupakan anak korban sekitar pukul 06:00 wita akan mengantar adiknya ke sekolah. Lantas ia menanyakan keberadaan ibunya ( M ) dan dijawab tidak tahu oleh adiknya.

Kemudian A keluar dengan membuka pintu sebelah barat dan melihat korban (M) sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali dan kain selendang. Kemudian saksi A masuk dan memeluk tubuh korban (M) sambil berteriak minta tolong.

Baca Juga :  Dandim 1615/Lotim Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Wilayah Jelang Tahun Baru

Mendengar teriakan saksi A kemudian amaq Sukamin dan Sahanudin datang membantu saksi A dengan mengangkat tubuh korban.

Kemudian Sahanudin memotong kain dan tali yang mengikat leher korban dan membawa tubuh korban kedalam rumah selanjutnya dibawa ke PKM Pringgasela.

Kapolsek Pringgasela Iptu Zainul Majdi saat dikonfirmasi membenarkan perihal adanya seorang warga yang yang ditemukan gantung diri. Mendapat laporan tersebut pihak Polsek Pringgasela langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Dijelaskannya hasil pemeriksaan luar oleh petugas piket PKM Pringgasela bahwa tidak ditemukan bekas benda tajam ataupun tumpul pada tubuh korban, hanya ditemukan luka memar dileher korban dan pada saat tiba di PKM korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Baca Juga :  Masyarakat Pulau Seribu Masjid Desak POLRI Segera Ringkus Tersangka Penista Agama Jozeph Paul Zhang

Berdasarkan keterangan saksi dan masyarakat sekitar korban pernah di bawa ke Rumah Sakit Jiwa sekitar tahun 2017 karena gangguan jiwa.

Selain itu Korban M juga pernah berusaha bunuh diri dengan cara minum racun dan memotong urat nadi tangannya.

“Keluarga Korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan melaksanakan otopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi” jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here