Menu

Mode Gelap
Bantuan Banjir Lobar Terus Mengalir, Humanisme Masyarakat Sasak Masih Kental Pelaksanaan TMMD Tahun 2022 difokuskan Untuk Pembuatan 25 Sumur Bor dan Pompa Hidram Eks Pasar Paok Motong  ditetapkan sebagai  KIHT Pemkab Sumbawa pekan ini target dosis pertama capai 70%, dosis kedua 50% Sebanyak 871 Tenaga Honorer di RSUD Selong Akan di Evaluasi

POROS PENDIDIKAN · 30 Okt 2021 15:03 WIB ·

SMPN 1 Terara Kekurangan 9 RKB, Mutu Pendidikan Bisa Terdampak


					SMPN 1 Terara Kekurangan  9 RKB, Mutu Pendidikan Bisa Terdampak Perbesar

Lombok Timur. Poroslombok.com – Pada tahun 2021 SMPN 1 Terara kecamatan Terara telah mendapatkan renovasi gedung sekolah. Pada tahun 2021 hampir 82 % bangunan di SMPN 1 Terara di renovasi dari anggararan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Adapaun bangunan yang direnovasi yakni Ruang Kelas Belajar (RKB) sebanyak 19 ruang, toilet 18, mushalla, ruang guru, ruang kepala sekolah, Perpustakaan, LAB IPA dan LAB TIK.

Bahkan bangunan yang telah direnovasi dari anggaran DAK ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi pada hari Rabu kemarin (27/10).

Hal inilah yang disampaikan Kepala SMPN 1 Terara Drs. H. Nasar, M.Pd. saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

“Kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada pemerintah Lombok Timur yang telah merenovasi bangunan yang ada di SMPN 1 Terara ini, karena sebelumnya banyak ruang yang tidak layak pakai disini, Alhamdulillah setelah direhab sekarang menjadi mulus dan bagus” ungkap H. Nasar.

Kendati demikian SMPN 1 Terara masih kekurangan 9 Ruang Kelas Belajar (RKB), sehingga untuk saat ini untuk mengatasi kekurangan RKB tersebut pihak sekolah menggunakan ruang Lab IPA, Perpustakaan, Mushalla, Multimedia TIK dan beberapa ruang lainnya dijadikan Ruang Kelas.

“Walaupun kita sudah mendapatkan bantuan rehab, tetapi belum menyentuh kepada yang pokok yakni mengatasi kekurangan Ruang Kelas Belajar, dari jumlah siswa dan ruang kelas belajar yang kami butuhkan masih kekurangan 9 ruang kelas” tuturnya.

Dari kekurangan ruang kelas ini lanjut H. Nasar sangat berdampak kepada upaya peningkatan mutu pendidikan di SMPN 1 Terara terutama dibidang akademik. Sebagai contoh ketika siswa ingin praktik IPA, itu tidak bisa dilakukan karena ruang Lab IPA dipakai sebagai ruang belajar, selain itu ruang Perpuskaan yang seharusnya sebagai tempat penyimpanan buku-buku, sebagai tempat membaca menambah referensi siswa disulap menjadi ruang kelas, begitu juga dengan ruang multimedia TIK dirubah jadi ruang kelas belajar.

“Dengan keadaan seperti ini akibatnya sangat mengganggu, walaupun kami berjuang maksimal untuk peningkatan mutu pada mata pelajaran tertentu masih terkendala, misal tidak bisa praktik untuk IPA, sehingga praktik hanya di dalam kelas biasa dengan strategi bapak ibu guru” tutur H. Nasar.

Dengan keadaan seperti ini, H. Nasar berharap kedepan ada jalan keluar dari pemerintah Lombok Timur untuk menambah kekurangan 9 ruang kelas belajar ini.

“Kami dari SMPN 1 Terara mengharapkan adanya solusi yang lebih baik dari pemerintah Lombok Timur untuk mengatasi kekurangan ruang kelas ini” tutupnya. (Mr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tahun 2022 Bidang PSD Lebih Banyak Kelola DAK TIK Daripada Pembangunan Fisik

6 Januari 2022 - 16:32 WIB

Memasuki Semester II, Dikbud Lotim Masih Terapkan Sistem Shift

29 Desember 2021 - 20:13 WIB

Inilah Progres Kampung Inggris ?

12 Desember 2021 - 09:31 WIB

Monev PKKM, Warek I: Tim Evaluasi PKKM Diktiristek Nilai Pelaksanaannya Baik

9 Desember 2021 - 08:58 WIB

Ikuti Program Abdidaya, Dua Organisasi Kemahasiswaan Unham Raih Juara Favorit

8 Desember 2021 - 05:41 WIB

ANBK Tingkat SD Mulai Dilaksanakan, Ketersediaan Laptop Masih Menjadi Kendala

18 November 2021 - 07:22 WIB

Trending di POROS PENDIDIKAN
error: Content is protected !!