Menu

Mode Gelap
Bantuan Banjir Lobar Terus Mengalir, Humanisme Masyarakat Sasak Masih Kental Pelaksanaan TMMD Tahun 2022 difokuskan Untuk Pembuatan 25 Sumur Bor dan Pompa Hidram Eks Pasar Paok Motong  ditetapkan sebagai  KIHT Pemkab Sumbawa pekan ini target dosis pertama capai 70%, dosis kedua 50% Sebanyak 871 Tenaga Honorer di RSUD Selong Akan di Evaluasi

LOMBOK BARAT · 23 Nov 2021 19:45 WIB ·

Sosialisasi 4 Pilar di Lombok Barat, Sukisman Sampaikan Pentingnya Pemahaman Pancasila


					Cinderamata: Anggota DPD RI, Sukisman Azmy, saat menyerahkan Cinderamata kepada Kadis PMD Lombok Barat, Khairi Ramadhan, pada acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Perbesar

Cinderamata: Anggota DPD RI, Sukisman Azmy, saat menyerahkan Cinderamata kepada Kadis PMD Lombok Barat, Khairi Ramadhan, pada acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

LOMBOK BARAT | Poroslombok.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), Ir. H. Achmad Sukisman Azmy, M.Hum, menggelar acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Meninting Park Coffe&Resto, jalan raya Meninting Lombok Barat, Selasa (23/11/21).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Barat. Hadir juga dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Barat, Khairi Ramadhan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bicara tentang 4 Pilar Kebangsaan Sesungguhnya yang terpenting adalah bukan pada teoritiknya tetapi pada praktinya sehari-hari.

“Kita tau bahwa Pemerintah Desa ini adalah garda terdepan atau pamong di Desa, dimana segala sikap, tindak tanduk dan perbuatannya akan diikuti dan dipedomani oleh masyarakatnya. Karnanya, menjadi penting untuk menghadirkan seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Barat,” ucap Khairi.

Lebih lanjut Khairi menyampaikan agar moment sosialisasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh para Kepala Desa yang hadir untuk berdiskusi sekaligus memberikan saran, masukan, bahkan juga memberikan kritik tentang regulasi-regulasi yang mungkin belum sepenuhnya berpihak kepada Desa.

Dalam kesempatan itu Khairi juga menyampaikan, bahwa Desa saat ini merupakan sebuah instansi yang seksi. Menurut dia, saat ini segala urusan terpusat di Desa, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi semuanya terpusat di Desa, yang membedakannya dengan daerah hanya pada sekala kewenangannya saja.

Dirinya juga menyebut soal adanya wacana dari pemerintah untuk memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Desa. Wacana tersebut menurut dia adalah hal yang sangat bagus dan perlu didukung, serta berharap agar wacana tersebut betul-betul dilaksanakan.

Terakhir, Kahiri menyampaikan, tentang pihaknya yang sudah bersurat kepada Kementerian Desa agar diperbolehkan kepada Desa-desa di Kabupaten Lombok Barat menggunakan Dana Desa untuk membangun dan merehabilitasi Kantor Desa yang rusak beberapa tahun yang lalu.

“Karna dua tahun yang lalu pak Menteri Desa pernah menyampaikan dengan jelas. Secara eksplisit pak menteri saat itu menyampaikan, kita akan pertimbangkan bagi dua provinsi yang terdampak gempa, yaitu provinsi NTB dan Sulawesi Barat, kita akan perbolehkan menggunakan Dana Desanya untuk pembangunan dan rehabilitasi Kantor Desa” ucapnya.

“Karnanya kita berharap agar senator kita, Bapak Sukisman Azmy, membantu kita mengawal usulan tersebut di pusat. Saat ini posisinya di Biro Umum Dirjen Kementerian Desa,”tutup Khairi mengakhiri sambutannya.

Sementara itu dalam penyampaian materi 4 Pilar kebangsaan, anggota DPD RI Ir.H Achmad Sukisman Azmy, M.Hum, kembali mengingatkan akan pentingnya Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di tengah-tengah Masyarakat. Kurangnya materi 4 pilar kebangsaan di sekolah – sekolah bagi generasi saat ini dikhawatirkan akan berdampak pada kurangnya pengetahuan dan pemahaman akan nilai pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“kalau generasi kita zaman dulu kita kuliah sudah diwajibkan untuk ikut Penataran P4. Namun setelah era reformasi ini, ada kekhawatiran karena pelajaran tentang kewarganegaraan, Pancasila dan sebagainya sudah mulai agak berkurang, belum lagi tantangan kita kedepan sangat luar biasa, baik dari dalam maupun dari luar negeri” ucap pria yang akrab dipanggil ASA ini.

Menurutnya, Pancasila menjadi penting untuk dimasukkan kembali ke kurikulum. Sebab, menurut dia, akan kurang epektif jika hanya mengandalkan kegiatan sosialisasi saja. Hal itu dikarenakan waktu bagi anggota DPR RI ataupun DPD RI untuk memberikan materi tersebut sangatlah sedikit.

Tak hanya itu, dirinya juga berharap agar para generasi muda saat ini masuk organisasi ekstra kurikuler di sekolah semisal masuk ke Pramuka, kemudian OSIS, dan lain sebagainya.

Sukisman juga memaparkan kaitannya dengan pancasila yang beberapa kali mengalami perubahan. Tanggal 1 juni merupakan titisan pertama, kemudian disempurnakan pada tanggal 22 Juni.

Akan tetapi, lanjut dia lagi, ada sedikit pertentangan kala itu, terutama bagi warga Indonesia non muslim. karena pada sila pertama jika bunyinya seperti itu berarti yang boleh tinggal di Indonesia hanya orang-orang muslim saja. Karnanya, dengan kebesaran hati maka dirubahlah sesuai pada pembukaan Undang-undang dasar 1945 seperti apa yang termaktub saat ini.

“Jadi 3 kali sudah kita mengalami perubahan, terakhir tanggal 18 Agustus. kemudian yang membanggakan juga adalah, Indonesia ini merdeka bukan keinginan perseorangan, tapi keinginan kelompok bangsa yang majemuk,” tandasnya, seraya menambahkan, inilah luar biasanya Indonesia.

Sukisman juga mengungkapkan, bahwa seluruh anak bangsa harus bersyukur atas mencuatnya wacana sumpah pemuda pada tahun 1908, terutama untuk membentuk organisasi-organisasi Pemuda. Seperti diketahui, dari sanalah muncul sumpah Pemuda, dimana dengan sumpah Pemuda itulah akhirnya bangsa indonesia menjadi satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dan Alhamdulillah, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini dapat diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945” tutupnya.

(NS-PL)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tasyakuran Hari Jadi Media Suara Rinjani Yang ke-6 Dihadiri Sejumlah Pejabat Lotim

16 Januari 2022 - 21:50 WIB

Bagi Korban Banjir di Lombok Barat Mensos Risma Akan Siapkan Fasilitas Standar PBB

11 Desember 2021 - 08:09 WIB

Tim Gabungan TNI-Polri Berhasil temukan Jenazah Korban di Desa Batulayar Barat

7 Desember 2021 - 20:01 WIB

PNS Perempuan di Lombok Barat Meninggal Dunia Tertimpa Pohon

9 November 2021 - 13:06 WIB

Milad FWMO Lotim, Usung Tema “Bersama Insan Pers, Maju Membangun Lombok Timur”

28 Oktober 2021 - 22:30 WIB

FWMO Lotim bahas program kerja tahun 2022 Pada raker perdananya

28 Oktober 2021 - 09:16 WIB

Trending di LOMBOK BARAT
error: Content is protected !!