Menu

Mode Gelap
Pelaksanaan TMMD Tahun 2022 difokuskan Untuk Pembuatan 25 Sumur Bor dan Pompa Hidram Eks Pasar Paok Motong  ditetapkan sebagai  KIHT Pemkab Sumbawa pekan ini target dosis pertama capai 70%, dosis kedua 50% Sebanyak 871 Tenaga Honorer di RSUD Selong Akan di Evaluasi Diduga Pukuli dan Injak Kernek Dump Truck, Oknum Stafsus Gubernur Hampir Diamuk Massa

POROS OPINI · 7 Feb 2021 07:15 WITA ·

Tudingan Miring Pada Aktivis, Zuwarno : Jangan – Jangan Ada maling teriak Maling


 Tudingan Miring Pada Aktivis, Zuwarno : Jangan – Jangan Ada maling teriak Maling Perbesar

Opini, POROSLOMBOK – Adanya tudingan kepada aktivis lombok timur yang menyita perhatian masyarakat yang di mana di katakan akitivis rebutan jatah , sungguh di sayangkan lontaran kata – kata seperti ini, tidak selayaknya seorang aktifis mengatakan seperti itu.

Pak Eko adalah bagian dari alumni dan secara tidak langsung bagian dari anggota LIGANTARA LOTIM sehingga perlu untuk di luruskan “seperti biasa dulu ketika dia masih hidup nya di perempatan kita pernah akomodir untuk bagaimana melanjutkan pendidikan ke S1 agar hidup nya dan pemikiran nya lebih dewasa” hal ini diungkapkan Ketua Lingkaran Keluarga Bintang Merah (LIGANTARA) Lombok Timur Zuwarno Saputra.SH, Minggu

“Sehingga apapun pendapat nya tetap saya hargai tapi juga tetap kami akan luruskan tentunya sebagai pembimbing yg baik” ucapnya

Tidak semua aktivis seperti itu memang beragam penomena yang terjadi saat ini terkait Aktivis di Lombok Timur tapi apakah yang ngomong itu tidak seperti itu dan apakah dia paling suci rasanya tidak mungkin! .

“Jangan sampai kita seperti maling teriak maling” Ungkapnya

Perjuangan untuk hak – hak rakyat selalu di suarakan , itu memang kewajiban kita sebagai seorang Aktivis , namun ketika ada aktivis saling tuding maka akan membuat kegaduhan ditengah masyarakat dan akan membuat hilang nya kepercayaan kepada para aktivis.

“Jangan asal tuding , nanti akan berdampak kepada generasi yang akan datang, Sehingga tidak akan ada mahasiswa yang akan mau menjadi aktivis” tegasnya

Ditengah Pandemi ini tidak perlu kita saling menjatuhkan apalagi disemua lini , kita saling membutuhkan , sambung pria yang akrab di panggil Om Noq ini, mungkin ini sebuah proses yang dimana kita harus menyikapinya dengan bijak karna aktivis juga manusia yang berkewajiban untuk mencukupi kehidupan keluarganya

“Emang tidak boleh aktivis berusaha, meraka juga punya anak istri yang harus di cukupi segala kebutuhannya” Terangnya

Ia juga menjelaskan kalau memang ada peluang kenapa tidak kita ambil tawaran itu selama itu tidak merugikan masyarakat yang penting tetap mengikuti aturan yang sudah di tetapkan, ia juga sangat menyesalkan statmen tersebut terlontar dari mulut seorang Aktivis.

“Jangan – jangan yang ngomong tidak dapat jatah” Ketusnya

Namun ia berharap mari sesama aktivis saling memahami satu sama lain, tidak boleh lagi ada saling tuding – menuding, agar tercipta sebuah keselarasan dan keseimbangan di Lombok timur, yaitu dengan mengambil bagian masing – masing dalam dunia pergerakan.

“Apa yang kita lihat belum tentu yang sebenarnya , mari buang jauh – jauh rasa saling mencurigai sesama Aktivis” tutupnya (rl)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Selamat Menjalani Lembaran Hidup Baru Anaya dan Inaya, Terimakasih Bupati Sukiman!

1 Juli 2022 - 13:16 WITA

DPD KNPI NTB; H. Sukiman Azmy, Bupati yang Sederhana, Kaya Prestasi

15 Juni 2022 - 08:02 WITA

Taupik Hidayat: SUKMA “The Right Man On The Right Place”

31 Mei 2022 - 19:34 WITA

Ketua PPNI Lotim Kedepan Harus Menjaga Marwah dan Independensi Organisasi

11 Mei 2022 - 12:47 WITA

Hikmah Event MotoGP Untuk Lotim Oleh Kak Opik

18 Maret 2022 - 18:18 WITA

Berlikunya Misi Kemanusiaan Pemisahan Anaya Inaya

17 Februari 2022 - 18:53 WITA

Trending di POROS OPINI