LOMBOK TIMUR – Direktur RSUD dr. Raden Soedjono Selong Lombok Timur Tantowi Jauhari menerangkan, operasi bayi kembar siam yang diberi nama Inaya dan Anaya asal Desa Jurit Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur yang semula direncanakan Agustus kini ditunda.
Penundaan itu terjadi karena adanya PPKM dan alasan kesehatan Inaya dan Anaya akibat trend kasus Covid-19 yang masih tinggi, khususnya di Lombok Timur.
“Trend kasus Covid-19 masih tinggi, ini yang masih tidak memungkinkan. Demi keselamatan Inaya dan Anaya sendiri,” terang Tantowi, Rabu, (18/8).
Tantowi mengaku, pihaknya akan mengatur kembali jadwal operasi tersebut jika terjadi penurunan kasus Covid-19.
“Untuk rencana jadwal operasi, kita akan lihat trend kasus Covid-19 terlebih dahulu,” katanya.
Ia pun menjelaskan, operasi Inaya dan Anaya lebih efektif dilakukan di Surabaya. Namun, karena kondisi sekarang membuat mobilisasi terbatas.
Jadi menurutnya, untuk membawa tim besar dari Lombok Timur ke Surabaya dengan situasi PPKM memang sangat terkendala.
Atas tertundanya operasi tersebut, ia sudah memerintahkan jajarannya untuk menginformasikan ke pihak keluarga terkait.
“Dari pihak keluarga juga sudah memakluminya,” tutupnya.
Sementara itu saat ini, kondisi Inaya dan Ayana dilaporkan dalam keadaan sehat, dan pihak keluarga langsung bisa memeriksakan kondisi anaknya ke dokter spesialis anak. (Rl)












