(PorosLombok.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur terus berupaya memaksimalkan aset daerah untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
​”Aset alat berat kita bisa disewa pihak ketiga maupun masyarakat, semuanya dikelola melalui UPTD agar bisa jadi PAD,” ujar Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi. Senin (20/01/2026).
​Selain penyewaan fisik kendaraan, instansi ini juga mengandalkan layanan laboratorium konstruksi untuk melayani berbagai kebutuhan uji teknis infrastruktur.
​”Ada banyak item yang bisa diuji, mulai dari kuat tekan beton hingga core aspal untuk masyarakat,” kata Dewanto merinci layanan tersebut.
​Kondisi armada saat ini diakuinya sudah cukup berumur karena mayoritas merupakan pengadaan tahun 2015 atau sudah berusia sekitar 10 tahun.
​”Kami sudah usulkan ke Pak Bupati dan syukur ada pemberian beberapa komponen baru untuk mengganti alat yang secara teknis tidak layak,” ungkapnya.
​PUPR Lotim saat ini tercatat memiliki tiga unit ekskavator, tiga smooth rolls, satu unit trailer pengangkut, serta satu unit dump truck.
​”Kondisi alat memang belum ideal dibanding kebutuhan masyarakat, namun penambahan unit baru akan kami lakukan bertahap,” tambah Dewanto.
​Pada tahun ini, prioritas pengadaan diarahkan pada unit tronton kecil guna mempermudah mobilisasi alat berat menuju area pelosok pedesaan.
​”Masyarakat di desa sering terkendala jalan sempit yang tidak bisa dilalui tronton besar, itu yang kami fasilitasi dengan anggaran Rp3 miliar dari APBD,” jelasnya.
​Terobosan lain dilakukan dengan membentuk UPTD Limbah Domestik untuk mengelola layanan sedot tinja secara mandiri dan profesional.
​”Fasilitas IPLT di Ijo Balit sudah siap difungsikan hari ini untuk pembuangan limbah terakhir, tinggal mengisi personelnya saja,” pungkas Dewanto.
(arul/PorosLombok)













