(PorosLombok.com) – Ancaman bencana hidrometeorologi kini menghantui wilayah Kabupaten Lombok Timur. Dinas Perhubungan setempat secara resmi merilis peringatan dini menyusul prediksi buruknya kondisi cuaca dalam sepekan ke depan.
”Masyarakat harus lebih waspada saat beraktivitas di jalan raya untuk mengantisipasi bencana seperti pohon tumbang hingga tanah longsor,” ujar Kepala Dishub Lombok Timur, Muhammad Safwan, Selasa (20/1/2026).
Langkah antisipatif ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 551/15/HUB/2026. Kebijakan tersebut merujuk pada data Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid yang memetakan potensi gangguan alam di NTB sepanjang 20 hingga 27 Januari 2026.
”Pastikan kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi laik jalan dan hindari bepergian apabila cuaca sedang buruk,” lanjut Safwan.
Otoritas perhubungan juga menyoroti pentingnya kebugaran fisik pengemudi guna menekan angka kecelakaan akibat kelalaian manusia di tengah situasi sulit.
”Jangan mengemudikan kendaraan jika kondisi tubuh kurang sehat, lelah, mengantuk, atau bahkan dalam keadaan mabuk,” tegasnya dalam instruksi tertulis tersebut.
Pemerintah daerah pun meminta para pengendara untuk selalu menjaga jarak aman dan menurunkan kecepatan karena risiko jalan amblas serta kabut tebal yang menyulitkan jarak pandang.
”Patuhi aturan lalu lintas, lengkapi identitas diri saat bepergian, dan jadilah pelopor keselamatan bagi masyarakat lainnya,” tambahnya.
Sebagai langkah sosialisasi yang masif, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Lombok Timur diinstruksikan untuk memberikan contoh nyata dalam menerapkan protokol keselamatan transportasi darat.
”Kami berharap aparatur pemerintah dapat menjadi teladan bagi lapisan masyarakat luas dalam mematuhi edaran tanggap darurat ini,” pungkasnya.
(arul/Poroslombok)















