close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.7 C
Jakarta
Selasa, Januari 20, 2026

Heboh Warga Ramai-Ramai Pilih Murtad, Ternyata Demi Hindari Tagihan Ini, Alamak!

(PorosLombok.com) –  Fenomena mengejutkan tengah mengguncang Swiss. Puluhan ribu warga di sana mendadak memutuskan untuk keluar dari agama mereka alias murtad.

Eits, tunggu dulu. Ternyata alasan di baliknya bukan cuma soal keyakinan, melainkan urusan isi dompet. Ya, mereka ingin menghindari tagihan pajak gereja yang dianggap mencekik.

Melansir Le News, tren meninggalkan gereja ini meledak sepanjang tahun 2023. Angkanya tak main-main, bikin geleng-geleng kepala.

Data mencatat sebanyak 67.497 jemaah resmi meninggalkan Gereja Katolik Swiss. Angka ini melonjak drastis, hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya Katolik, Gereja Protestan juga kena getahnya. Sebanyak 39.517 warga juga menyatakan pamit dari keanggotaan. Jika ditotal, lebih dari 100 ribu orang di Swiss memilih jadi ateis dalam setahun!

Lantas, seberapa besar pajaknya?

Untuk diketahui, Swiss menerapkan sistem Kirchensteuer atau pajak gereja di beberapa kanton (wilayah). Tarifnya lumayan, berkisar antara 1 hingga 3 persen dari penghasilan tahunan.

Bagi mereka yang terdaftar sebagai anggota agama resmi, pajak ini wajib dibayarkan. Di tengah biaya hidup yang makin mahal, tagihan ini rupanya jadi beban berat bagi warga.

Satu-satunya jalan ninja untuk berhenti ditarik pajak tersebut secara legal adalah dengan surat pengunduran diri resmi dari gereja. Begitu nama dicoret dari daftar jemaah, tagihan pajak otomatis setop.

Namun, bukan cuma soal uang. Para pengamat menyebut skandal internal gereja dan tren gaya hidup sekuler juga jadi pemicu warga makin ogah beragama secara administratif.

Data terbaru menunjukkan kini sekitar 34 persen populasi Swiss memilih tidak beragama. Fenomena ini pun diprediksi masih akan terus berlanjut.

(Redaksi/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER