Pria Asal Lombok Timur Tewas Dikeroyok di Homestay Kawasan Suranadi

Pria asal Lombok Timur tewas usai dikeroyok sembilan orang di sebuah homestay Suranadi. Korban sempat disekap dan dibawa kabur sebelum akhirnya meninggal dunia saat tiba di Puskesmas Kopang.

PorosLombok.com – Tim Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram mengusut tuntas kasus pengeroyokan maut yang menimpa seorang pria berusia 51 tahun di salah satu penginapan wilayah Suranadi, Narmada baru-baru ini.

​Insiden berdarah ini terendus kepolisian setelah pihak Puskesmas Kopang melaporkan adanya jenazah pria dengan kondisi tidak wajar. Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat penganiayaan berat yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang.

​“Kami sudah mengamankan sembilan orang baik berstatus saksi maupun terduga pelaku untuk pemeriksaan intensif,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP. Rabu (01/04/2026).

​Selaras dengan hal itu, AKP Made Dharma menjelaskan bahwa penyidik tengah membedah peran masing-masing individu yang berada di lokasi kejadian. Polisi bergerak cepat melakukan sinkronisasi keterangan guna memetakan aktor intelektual di balik aksi main hakim sendiri tersebut.

​Kronologi bermula saat korban membuat janji temu dengan seorang remaja perempuan di bawah umur melalui pesan singkat. Keduanya lantas memesan kamar dan masuk ke area privat homestay sebelum akhirnya situasi berubah menjadi mencekam.

​“Hanya berselang lima menit, sekelompok orang datang mendobrak pintu kamar tersebut secara paksa,” katanya.

Korban Sempat Diikat dan Ditutup Terpal Sebelum Tewas di Puskesmas

​Lebih lanjut, kelompok massa yang terdiri dari pria dan wanita itu langsung merangsek masuk ke dalam ruangan. Tanpa basa-basi, mereka melancarkan serangan fisik bertubi-tubi hingga membuat pria paruh baya tersebut mengalami luka serius di sekujur tubuh.

​Aksi keji tersebut berlanjut dengan penyekapan di mana tangan korban diikat kencang oleh para pelaku. Dalam kondisi tidak berdaya, pria malang ini dipaksa masuk ke dalam mobil untuk dibawa menuju arah Kabupaten Lombok Timur.

​“Para pelaku sempat menutup tubuh korban menggunakan terpal plastik saat mobil sedang melaju kencang,” jelasnya.

​Sesuai dengan fakta, korban diturunkan begitu saja di depan unit gawat darurat dengan dalih membutuhkan pertolongan medis darurat. Namun, tim medis yang melepas ikatan tali justru menemukan tanda-tanda kematian yang sudah terjadi beberapa saat sebelumnya.

​Polisi saat ini sedang mendalami motif utama, apakah terkait penjebakan bermodus asmara atau murni perselisihan spontan. Seluruh barang bukti termasuk rekaman kamera pengawas dan ponsel milik para saksi telah disita untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

​“Kami terus bekerja keras mengungkap latar belakang sebenarnya dari peristiwa tragis yang merenggut nyawa ini,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU