Lombok Timur | Poroslombok.com –
Keseriusan dari Dinas Perindustrian (Disperin) Lotim untuk membangkitkan kembali Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam Kotaraja Kecamatan Sikur yang sudah lama mati suri mulai membuahkan hasil.
Hal itu terlihat dari geliat aktivitas produksi di UPT Logam Kotaraja tersebut. Beberapa langkah perbaikan yang dilakukan oleh Disperindag Lombok Timur menjadi pemompa bagi hidupnya kembali pabrik tersebut.
Adapun langkah awal terukur yang dilakukan Disperin yaitu dengan melakukan pembenahan terhadap sumber daya manusia (SDM) dengan menempatkan orang-orang yang sesuai dengan kompetensi dan spesifikasi yang dibutuhkan, yakni teknisi mesin.
Hal itu diungkapkan Sekreatris Disperin Lombok Timur, L. Alwan Wijaya, S.Pd. MM, kepada poroslombok saat ditemui di UPT Logam Kotaraja, Jum’at sore (17/12).
“Langkah awal kita yaitu membenahi SDM dengan menempatkan orang yang sesuai dengan kompetensi dan spesifikasi yang dibutuhkan. Syarat kalau di UPT Logam yaitu, dia harus teknisi mesin” jelasnya.
Alhasil, tambah dia, setelah ditempatkannya tenaga teknisi yang sesuai, tidak butuh waktu terlalu lama hasilnya sudah mulai terlihat.
“Setelah idul fitri kemarin hasil perkembangan UPT Logam ini sudah mulai kelihatan” imbuhnya.
Pada triwulan pertama 2021, pihaknya mulai melakukan tahap uji ditempat itu juga. Oleh sebab itu, pada triwulan kedua sudah mulai dilakukan perbaikan, dan pada triwulan ketiga sudah mulai menampakkan hasil dan perkembangan dari UPT Logam tersebut.
Atas keberhasilan itu, kepercayaan masyarakat atau IKM mulai tumbuh, terutama untuk membuat mesin perontok padi. Hal ini pantas dianggap sebuah prestasi karena sampai saat ini belum ada yang komplain terhadap mesin yang dibuat, dan ini mengindikasikan bahwa mesin buatan UPT Kotaraja memiliki kualitas yang baik.
“Kita berharap pada Tahun 2022 nanti tidak hanya 1 atau 2 IKM, tetapi lebih banyak IKM lagi yang membuat mesin-mesin disini yang memang dibutuhkan” harap L. Alwan.
Dijelaskan lebih lanjut, langkah yang kedua dilakukan Disperin Lotim agar UPT Logam tersebut dapat berkembang yaitu dengan mengadakan peralatan mesinnya, kemudian perbaikan atau perawatan terhadap mesin-mesin yang rusak. Selain itu, pihaknya juga menambah peralatan-peralatan baru lainnya yang dibutuhkan.
Masih kata dia, Kondisi sekarang ini UPT Logam Kotaraja tidak hanya memproduksi permesinan saja, akan tetapi juga pabrikan. Artinya, jika kemarin UPT Logam bisa membuat mesin-mesin sederhana seperti mesin perontok padi dan sebagainya, saat ini sudah mengarah kepada proses pembuatan spandek dan kanopi.
“Jadi nanti akan ada 2 kegiatan di UPT logam ini” pungkasnya
Kedepan L. Alwan berharap kepada OPD untuk menggunakan dan memanfaatkan fasilitas yang ada di UPT tersebut, termasuk anggota Dewan dengan dana pokir yang mereka miliki.
Karena bagaimanapun, tanpa dukungan dari semua pihak mulai dari eksekutif, legislatif maupun dari masyarakat maka akan sulit UPT Logam tersebut bisa berkembang dengan baik, sebagai lokomotif dari industrialisasi yang ada di Kabupaten Lombok Timur.
(Erwin/PL)
















