Mataram, PorosLombok.com – Setelah sebelumnya mencuat sebagai calon gubernur yang diharapkan, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, kini membuat langkah mengejutkan dengan meninggalkan dunia politik. Gita, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) NTB dan sebelumnya sebagai Penjabat (PJ) Gubernur NTB, mengambil keputusan untuk beralih dari panggung politik yang penuh tantangan ke podium ilmiah.
Miq Gita, yang sebelumnya mengusung visi “Laju Melaju untuk NTB”, kini justru melaju di dunia pendidikan. Melalui laman Facebook resmi Pemprov NTB, terungkap bahwa pada 22 September 2024, Miq Gita hadir di Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta, bukan untuk berkampanye, melainkan untuk menyampaikan orasi ilmiah. Keputusan ini tentu memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat, mengingat reputasi kuat yang dimiliki Lalu Gita dalam birokrasi NTB.
Kehadirannya di acara tersebut menegaskan komitmennya untuk memperkuat birokrasi melalui pendidikan yang lebih segar dan inovatif. Dalam kesempatan ini, ia didampingi oleh dua tokoh NTB lainnya, Bapak Kidi, S.Sos., M.Pd, dan Dr. Prasetya Utama, M.Kes, yang juga dikukuhkan sebagai Widyaiswara Ahli Utama.
Kidi mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Strategi BPSDMD Provinsi NTB Mendukung Nusa Tenggara Barat Corporate University.” Dalam pemaparannya, ia mengupas pentingnya pengembangan kapasitas birokrasi melalui konsep universitas korporat yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja aparatur sipil negara.
Sementara itu, Dr. Prasetya Utama mengangkat tema “Pengaruh Pembelajaran Distance Learning dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pelatihan Dasar CPNS selama Pandemi Covid-19.” Dalam presentasinya, ia membahas tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pembelajaran jarak jauh serta dampak motivasi belajar terhadap hasil pelatihan.
Acara tersebut merupakan implementasi dari Peraturan LAN RI Nomor 4 Tahun 2020, yang mewajibkan Widyaiswara Ahli Utama untuk mengikuti orasi ilmiah sebagai syarat pengukuhan. Keikutsertaan para Widyaiswara di pentas ilmiah ini mendapat pengakuan resmi dari Lembaga Administrasi Negara, menjadi sebuah pencapaian penting bagi mereka yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang administrasi dan pendidikan.
Langkah yang diambil Lalu Gita Ariadi ini mencerminkan niatnya untuk memperkuat birokrasi NTB melalui pendidikan dan pelatihan. Ini sejalan dengan visinya untuk meningkatkan kualitas aparatur sipil negara agar siap menghadapi tantangan di era digital dan globalisasi.
Kehadirannya dalam acara ilmiah ini menunjukkan bahwa Miq Gita tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan NTB. Meskipun jalur politik telah ditinggalkannya, langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi para birokrat lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi melalui jalur akademis.
Keputusan Lalu Gita Ariadi untuk meninggalkan panggung politik menimbulkan pertanyaan mengenai dampak yang akan ditimbulkan bagi birokrasi NTB ke depan. Dalam konteks ini, Miq Gita telah menunjukkan bahwa kontribusi untuk pembangunan daerah tidak selalu harus dilakukan melalui jalur politik. Perubahan signifikan bagi birokrasi NTB masih menunggu waktu untuk terjawab.
(Arul/PorosLombok)















