Lombok Tengah, PorosLombok.com – Usia senja bukan penghalang untuk tetap aktif dan bugar. Itu yang ditunjukkan puluhan lansia dalam kegiatan sehat ceria yang digelar Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia (KLPI) Lombok Tengah, Kamis (29/5).
Bertempat di halaman Pendopo Wakil Bupati Lombok Tengah, para lansia tampak antusias mengikuti rangkaian acara dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29. Kegiatan diawali dengan senam pagi yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA, diikuti pemeriksaan kesehatan, penyuluhan gizi, serta pembagian paket sembako.
Tak kurang dari 50 peserta dari berbagai penjuru Lombok Tengah hadir dan ikut bergerak mengikuti irama senam. Meski usia tak lagi muda, semangat mereka tetap membara. Wajah-wajah sumringah terlihat selama kegiatan berlangsung.
Ketua KLPI Loteng Hj. Winarsih Nursiah mengaku bangga dengan antusiasme para lansia. Menurutnya, kunci sehat di usia lanjut adalah konsisten menjaga gaya hidup.
“Ada lima hal penting agar lansia tetap sehat dan bahagia: rutin bergerak, makan sehat, cek kesehatan, jaga berat badan, dan cukup istirahat,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah yang secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memperlakukan lansia sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai beban.
“Lansia itu bukan warga kelas dua. Mereka adalah teladan. Untuk tetap sehat, harus aktif, menjaga pola makan, rajin cek kesehatan, dan jangan lupa ibadah serta silaturahmi. Insya Allah, hidup akan lebih berkah,” kata Wabup yang disambut tepuk tangan peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, Wabup menyerahkan bantuan sembako dari Baznas Lombok Tengah kepada para peserta secara simbolis. Momen itu ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan.
Salah satu sesi yang paling diminati adalah penyuluhan gizi yang disampaikan oleh ahli gizi RS Cahaya Medika, Nyi Kadek Rika. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya asupan nutrisi yang cukup dan seimbang bagi lansia.
“Jangan anggap usia tua cukup makan seadanya. Tubuh tetap butuh nutrisi agar tidak mudah sakit,” jelasnya.
Setelah penyuluhan, para lansia menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari tekanan darah, kadar gula, hingga konsultasi medis ringan. Mereka juga menerima susu tambahan sebagai pelengkap nutrisi.
Seluruh peserta pun pulang dengan membawa paket sembako dan wajah bahagia. Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat bahwa lansia tetap memiliki hak untuk sehat, aktif, dan dihargai.
“Tua itu pasti. Tapi sehat, bahagia, dan dihargai adalah hak semua orang, termasuk mereka yang rambutnya mulai memutih,” pungkas Hj. Winarsih.
(redaksi/PorosLombok)
















