Mia Maharani Dewi, Anak Desa Janapria yang Kini Jadi Perempuan Kuat di Balik Mandalika

(PorosLombok.com) – Mia Maharani Dewi menjadi salah satu figur perempuan muda NTB yang patut diacungi jempol. Perjalanan kariernya yang gemilang tak lepas dari kerja keras dan konsistensi.

“Saya perempuan Sasak. Lahir dan besar di Lombok,” kata Mia saat diwawancarai, Jumat (18/7).

Ia berasal dari Desa Janapria, sebuah desa kecil di Lombok Tengah. Namun, semangat belajarnya tak pernah kecil, bahkan membawanya menembus panggung nasional dan internasional.

“Saya punya tanggung jawab moral untuk ikut memajukan pariwisata dan pendidikan,” tegasnya.

Kini, Mia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris General Manager di InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Sebuah BUMN pengelola kawasan wisata strategis nasional.

“Semua kerja manajemen harus rapi. Termasuk komunikasi dan koordinasi,” ujar Mia.

Nama Mia kerap disebut dalam lingkaran penyelenggaraan event kelas dunia di Sirkuit Mandalika. Mulai dari MotoGP, GT World Challenge, hingga berbagai agenda wisata besar lainnya.

“Menangani event internasional itu butuh ketelitian dan kecepatan,” tuturnya.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SMPN 1 Janapria, lalu berlanjut ke SMAN 1 Praya. Selepas itu, Mia kuliah di Universitas Mataram jurusan Hubungan Internasional dan lulus pada 2021.

“Saya percaya pendidikan adalah pintu untuk mengubah hidup,” ucapnya.

Tak berhenti di sana, Mia kini sedang menempuh pendidikan S-2 Magister Hukum Bisnis di kampus yang sama. Langkah ini ia ambil demi memperkuat kompetensinya.

“Saya ingin memperkuat sisi legal dan manajerial saya,” ujarnya yakin.

Sebelum masuk ITDC, ia mengumpulkan banyak pengalaman. Ia pernah magang di KBRI Bangkok (2019), menjadi sekretaris KB Bank Bukopin (2021–2022), dan bekerja sebagai marketing CIMB Niaga.

“Setiap tempat kerja memberi pelajaran yang berbeda,” kenangnya.

Tahun 2023, Mia juga dipercaya sebagai Hospitality Officer di PT MGPA Nusantara Jaya. Pengalaman ini makin mengasah kemampuannya di bidang pariwisata dan layanan.

“Di sana saya belajar banyak soal standar layanan kelas dunia,” tambahnya.

Di luar pekerjaan, Mia aktif di dunia fashion dan budaya. Ia pernah menyandang gelar Putri Mandalika 2019, Putri Pariwisata NTB 2025, dan menjadi Model Jember Fashion Carnival 2019.

“Pariwisata itu bukan sekadar tempat indah, tapi juga wajah daerah,” ujarnya.

Ia juga pernah menjadi delegasi Asia Youth Model United Nations 2018. Semua pencapaian itu dijalani dengan penuh dedikasi dan semangat membawa nama baik daerah.

“Jangan pernah remehkan asal-usul. Desa pun bisa lahirkan juara,” tandas Mia.

Kini, Mia aktif memberi pelatihan kepada anak-anak dan perempuan muda di desa. Di tengah padatnya agenda kerja, ia tak pernah lupa akar dan tanggung jawab sosialnya.

“Kita semua bisa berkontribusi, mulai dari hal kecil, asal konsisten,” tutupnya.

(arul/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU