Silaturahmi Serius, GLF Temui BPJS Lotim Bahas Kendala Layanan Kesehatan

(PorosLombok.com)– Yayasan Gawah Lauk Lombok Foundation (GLF) melakukan kunjungan ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Lombok Timur, Rabu (17/7) sore.

Silaturahmi yang dijadwalkan sejak lama itu akhirnya terlaksana. Rombongan GLF datang sekitar pukul 15.00 WITA, terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta sejumlah staf divisi.

Kehadiran mereka diterima langsung oleh tim humas BPJS Lombok Timur, mewakili Kepala Cabang yang berhalangan hadir.

Ketua GLF, Ayunan, menyampaikan bahwa silaturahmi ini sempat tertunda karena kesibukan masing-masing pihak.

“Sebenarnya ini silaturahmi yang tertunda. Kami sudah janjian lama dengan Ibu Kepala Cabang,” ujar Ayunan kepada wartawan.

Meski pertemuan hanya diwakili tim humas, suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan.

GLF menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan saat mendampingi masyarakat miskin mengakses layanan kesehatan.

“Masih banyak masyarakat yang bingung prosedur. Bahkan, ada yang batal berobat karena takut syaratnya rumit,” jelas Ayunan.

Tim humas BPJS Lombok Timur menanggapi hal tersebut dengan penjelasan bahwa pelayanan BPJS saat ini sudah jauh lebih sederhana dan mudah.

“Cukup dengan KTP elektronik, peserta bisa langsung dilayani di fasilitas kesehatan,” ujar salah satu perwakilan humas BPJS.

Mereka juga menegaskan bahwa masyarakat berhak menolak jika ada permintaan dokumen tambahan di luar KTP-el.

“Kami punya tujuh janji layanan. Itu adalah komitmen bersama antara BPJS dan faskes. Wajib terpampang di setiap lokasi layanan,” tegasnya.

GLF, yang selama ini aktif mengadvokasi pasien tak mampu, turut menyampaikan harapannya agar informasi tentang hak-hak pasien BPJS bisa lebih luas disosialisasikan.

Pihak BPJS pun membuka ruang kolaborasi dan mengajak GLF turut serta dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami harap teman-teman dari GLF bisa bantu menyebarluaskan informasi ini. Sosialisasi sangat penting agar warga tahu dan tidak takut berobat,” ujar humas BPJS.

Dalam pertemuan itu, BPJS juga menyampaikan bahwa mereka telah menempatkan narahubung di setiap fasilitas kesehatan untuk membantu peserta yang mengalami kendala.

Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi, demi pelayanan kesehatan yang lebih inklusif bagi masyarakat Lombok Timur.

(*PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU