(PorosLombok.com) – Jabatan Direktur RSUD Raden Soedjono Selong akan segera kosong seiring akan berakhirnya masa tugas dr. Hasbi Santoso, yang dimana akan berakhir pada 1 Mei 2026.
Posisi strategis ini diprediksi bakal diperebutkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lombok Timur.
Staf Khusus Bupati Lombok Timur bidang kesehatan, Suprayitno, S.KM, menyampaikan bahwa sosok yang menggantikan dr. Hasbi haruslah memiliki kemampuan manajerial yang kuat serta memahami arah dan kebijakan pengembangan rumah sakit ke depan.
“Siapa pun boleh mengisi jabatan tersebut, dan itu kita serahkan ke Pak Bupati. Tapi kita berharap RSUD Selong dipegang oleh orang-orang yang mumpuni,” kata Suprayitno, Kamis (24/7).
Ia menjelaskan bahwa masukan untuk calon direktur tidak hanya bisa datang dari lingkaran birokrat atau pejabat daerah. Masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen lainnya juga memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi mereka.
“Masukan tidak harus dari kami saja. Masyarakat juga bisa memberikan saran terhadap siapa yang cocok memimpin rumah sakit ini,” tegasnya.
Menurut Suprayitno, jabatan direktur bukan hanya soal kemampuan teknis dalam dunia kedokteran. Jabatan ini menuntut kemampuan untuk mengelola seluruh aspek manajerial rumah sakit agar layanan kepada masyarakat bisa berjalan optimal.
“Kalau teknis itu ada dokter spesialis dan kepala-kepala bidang yang memang bertanggung jawab di masing-masing unitnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejak naik kelas menjadi rumah sakit tipe B, RSUD Raden Soedjono dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanannya. Untuk itu, diperlukan sosok pemimpin yang tidak hanya cakap, tapi juga visioner.
“Ke depan rumah sakit ini sangat diharapkan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Suprayitno.
Ia juga mengungkapkan bahwa RSUD Selong telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan melalui program KJSU untuk menangani empat layanan prioritas: kanker, jantung, stroke, dan urologi. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan besar dalam pengembangan rumah sakit.
“Dengan adanya rekomendasi itu, kita bisa melihat potensi yang kita miliki, baik SDM, sarana prasarana, hingga arah pengembangan layanan rumah sakit,” katanya.
Suprayitno berharap proses penempatan direktur dilakukan dengan pertimbangan matang. Sosok yang menempati kursi tersebut harus benar-benar memiliki kapasitas dan dedikasi dalam memajukan RSUD Selong.
“Intinya, kita berharap orang yang akan ditempatkan di sana adalah orang yang baik dan paham arah rumah sakit ini,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)














