(PorosLombok.com) – Mizan Zundulloh sukses menjuarai lomba lari trail 20 kilometer dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025.
Pelari asal Jawa Barat itu menjadi yang pertama mencapai garis finis di Sembalun, Lombok Timur, Sabtu (26/7), dengan waktu dua jam tujuh menit.
Namun, kemenangan itu bukan sekadar soal kecepatan. Bagi Mizan, lintasan pegunungan yang berat justru menjadi ruang kontemplasi spiritual.
“Masya Allah, luar biasa. Di perjalanan terus berzikir, karena ini momentum untuk mentadaburi ciptaan Allah. Rinjani ini luar biasa,” ucap Mizan usai finis.
Jalur yang menantang itu membentang di kaki Gunung Rinjani, penuh tanjakan, turunan curam, dan medan tanah yang licin. Tapi Mizan menghadapinya dengan penuh ketenangan.
“Setiap tanjakan saya bertakbir, setiap turunan pun saya ucapkan subhanallah. Pokoknya penuh rintangan,” katanya.
Ini adalah kali pertama Mizan mengikuti lomba trail run. Sebelumnya, dia hanya berlaga di event lari jalan raya. Ia mengaku terkejut dengan atmosfer lomba yang begitu ramai dan penuh semangat.
“Biasanya saya ikut run yang di jalanan. Ini pertama kalinya ikut event di pegunungan, dan ini luar biasa. Dulu pernah ikut, tapi tidak seramai ini,” ujarnya.
Meski jalur sulit, Mizan tidak kesulitan dalam navigasi. Ia memuji panitia yang telah menyiapkan rute dengan baik, termasuk tanda arah yang jelas di setiap percabangan.
“Alhamdulillah saya tidak tersesat, semua jelas,” katanya sambil tersenyum.
Selain medannya yang menantang, sambutan masyarakat Sembalun juga memberikan energi positif. Sepanjang lintasan, warga ikut memberi semangat kepada peserta yang datang dari berbagai provinsi.
“Semangat masyarakat lokal luar biasa. Saya merasa disambut seperti keluarga,” ungkap Mizan.
Ia pun berharap penyelenggaraan Fornas mendatang semakin baik dan meriah. Dirinya siap kembali turun gelanggang jika diberi kesempatan dan umur panjang.
“Kalau Allah kasih umur, insyaAllah saya ikut lagi,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)














