Gubernur Lalu Iqbal Gaet Investor Malaysia Tanam Modal di NTB

Pemprov NTB menggandeng investor Malaysia dalam forum bisnis di Kuala Lumpur sekaligus menegaskan komitmen perlindungan PMI lewat skema zero cost dan KUR Bank NTB Syariah.

PorosLombok.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur memfasilitasi pertemuan bisnis strategis untuk mempertemukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan para investor kelas kakap asal Malaysia. Forum investasi ini digelar secara resmi pada Jumat (19/6/2026).

“Hari ini kami tidak hanya memperkenalkan potensi NTB, tetapi kami memperkenalkan masa depan NTB,” ujar Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato Mohammad Iman Hascarya.

Iman Hascarya memuji lompatan besar perekonomian wilayah tersebut yang kini berhasil menjelma sebagai pusat pertumbuhan baru di kawasan Indonesia Timur dan tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata.

“Transformasi pekerja migran asal wilayah tersebut sekarang diarahkan pada sistem penempatan yang profesional dan tersertifikasi global,” katanya.

Menanggapi paparan diplomat tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mempertegas komitmen penuh daerah dalam melindungi hak para pahlawan devisa melalui sistem ketenagakerjaan baru.

“Kami ingin memastikan para PMI asal NTB berangkat melalui skema yang benar-benar zero cost,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal.

Lalu Iqbal menekankan bahwa skema tanpa biaya tersebut menjadi misi krusial pemerintah agar tidak ada lagi beban finansial berat yang berpotensi menjerat para calon pekerja domestik.

“Tidak boleh lagi ada beban biaya yang memberatkan,” katanya.

Pemerintah daerah kini tengah merancang kolaborasi intensif antara PT Bank NTB Syariah dengan sejumlah lembaga keuangan mitra di Malaysia demi menjamin transparansi serta keamanan transaksi modal.

“Bank pembangunan daerah telah mengantongi izin resmi menyalurkan Kredit Usaha Rakyat khusus,” ujarnya.

Langkah pembiayaan legal tersebut sengaja disiapkan sebagai instrumen utama untuk memutus mata rantai rentenir maupun sindikat penyalur tenaga kerja ilegal yang merugikan masyarakat.

“Kami mengundang investor Malaysia untuk datang dan tumbuh bersama NTB,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU