Lombok Tengah, Poros Lombok – Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah, secara resmi membuka ruang seluasnya bagi anak-anak untuk menentukan arah kebijakan daerah agar pemuda setempat tidak tergerus arus negatif teknologi pada Minggu (15/2).
”Daerah menjadi hebat dan maju tergantung pada generasi yang berdedikasi tinggi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa karakter tangguh merupakan fondasi utama bagi kemajuan wilayah yang kini berkembang pesat. Pihak eksekutif menjamin seluruh hak dasar serta perlindungan anak terpenuhi secara optimal.
”Kita pastikan pemenuhan taraf hidup dan pendidikan mereka menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Selain itu, Bapperida bersama DP3AP2KB memperkuat koordinasi intensif guna menghapus angka putus sekolah yang masih membayangi masa depan remaja. Program ini bertujuan memastikan aspirasi anak Lombok Tengah dalam mendapatkan kasih sayang tetap terpenuhi.
”Tidak boleh ada lagi anak yang bekerja di saat mereka seharusnya belajar,” tegasnya.
Inisiatif Musrenbang Tematik Anak Lombok Tengah
Selanjutnya, Kepala Bidang P2M Bapperida, Sri Muliana Wiadiastuti, menjelaskan bahwa forum strategis ini melibatkan puluhan delegasi dari berbagai kecamatan selama dua hari. Panitia memberikan mandat khusus kepada peserta untuk menyusun usulan program kerja.
”Tujuannya untuk menyerap aspirasi program kerja tahun 2026 dan 2027,” katanya.
Meskipun demikian, Sri menekankan bahwa dinas terkait mulai mengeksekusi seluruh rencana yang telah disepakati pada tahun sebelumnya secara nyata. Oleh sebab itu, langkah tersebut membuktikan bahwa pemerintah memandang serius suara anak dan bukan sekadar formalitas.
”Program tersebut sedang dilaksanakan sesuai rencana yang diajukan komunitas anak,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah, Kusriadi, menyatakan bahwa rekaman aspirasi anak Lombok Tengah sangat vital untuk memperkuat status daerah. Beliau memandang anak sebagai aset investasi berharga yang membutuhkan panggung kreatif.
”Melalui aspirasi anak, kita dapat jadikan referensi kebijakan masa depan,” katanya.
Sehubungan dengan hal itu, Kusriadi percaya bahwa keterlibatan aktif para remaja dalam musyawarah ini akan menumbuhkan rasa memiliki yang kuat. Akibatnya, semangat kolaborasi tersebut menciptakan lingkungan yang jauh lebih aman bagi tumbuh kembang mereka.
”Kita berikan ruang agar mereka bisa berkiprah demi daerah yang hebat,” ujarnya.
Akhirnya, segenap pimpinan organisasi perangkat daerah turut mengawal jalannya diskusi agar setiap rekomendasi masuk dalam dokumen perencanaan resmi. Maka dari itu, kehadiran mereka menunjukkan komitmen tinggi pemerintah dalam mendukung hak partisipasi.
”Seluruh usulan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPD,” katanya.*
(Poros Lombok)
















