Kejati NTB Periksa Eks Kepala Dikbud, Usut Dugaan Korupsi DAK 2023

Kejati NTB gerak cepat usut tuntas skandal DAK 2023. Eks Kadis Dikbud kini buka suara soal aliran dana proyek ruang praktik dan alat peraga SMK yang janggal.

Mataram,Poros LombokTim Jaksa Pidsus Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat memanggil mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aidy Furqan. Jaksa menelusuri dugaan korupsi DAK 2023 yang melibatkan anggaran puluhan miliar rupiah pada lingkungan sekolah hari ini. kamis (19/02).

​”Saya baru memberikan keterangan soal ini. Pemeriksaan tadi hanya sebatas klarifikasi pelaksanaan proyek DAK 2023,” katanya.

​Setelah itu, kehadiran pejabat tersebut di kantor jaksa menjadi sinyal kuat mengenai kemajuan proses penyelidikan perkara. Tim jaksa penyidik terus mengumpulkan berbagai bukti pendukung secara intensif melalui serangkaian pemeriksaan saksi kunci.

​”Saya tidak menyerahkan dokumen apa pun kepada penyidik. Agenda hari ini hanya menjawab pertanyaan seputar proyek DAK 2023 saja,” ujarnya.

​Selanjutnya, Aidy menjalani proses klarifikasi selama kurang lebih enam jam untuk memberikan penjelasan secara lisan. Ia tidak membawa berkas fisik tambahan saat memenuhi panggilan aparat penegak hukum yang menangani kasus tersebut di Kota Mataram.

​Koreksi Anggaran Proyek DAK

​Kemudian, mantan pejabat tinggi ini juga meluruskan informasi mengenai besaran pagu anggaran yang menjadi objek pemeriksaan. Aidy menyebut angka yang berbeda secara signifikan jika kita bandingkan dengan isu liar yang sedang berkembang luas saat ini.

​”Nilainya sekitar Rp32 miliar saja kalau tidak salah ingat. Jadi angka tersebut berbeda dengan informasi yang beredar di luar sana,” jelasnya.

​Selain itu, pernyataan resmi tersebut mengoreksi kabar mengenai total pagu anggaran senilai Rp42 miliar. Proyek pengadaan alat peraga pendidikan dan pembangunan ruang praktik siswa kini sedang memicu perhatian besar dari berbagai lapisan masyarakat NTB.

​”Saya menjalani pemeriksaan sejak jam sepuluh pagi sampai sore hari. Prosesnya berjalan lancar dan saya kooperatif menjawab semua pertanyaan jaksa,” singkatnya.

​Oleh karena itu, langkah hukum ini juga menyasar sejumlah pimpinan sekolah menengah kejuruan secara maraton sejak awal Februari. Para kepala SMK memberikan kesaksian penting demi mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi dalam pengelolaan dana tersebut.

​”Kami sudah memberikan keterangan apa adanya sesuai kondisi. Kami menjelaskan kondisi lapangan termasuk proses distribusi alat ke sekolah kami,” ujarnya. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU