Didi Sumardi Pilih Fokus Kerja Legislasi ketimbang Respons Isu Maju Pilwalkot Mataram

Didi Sumardi menepis isu pencalonannya di Pilwalkot Mataram. Anggota DPRD NTB ini menegaskan dirinya memilih fokus pada tugas legislasi dan mendukung penuh pemerintahan petahana saat ini.

PorosLombok.com – Politisi senior Partai Golkar Didi Sumardi menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menjalankan mandat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB di tengah merebaknya isu yang menyebut dirinya bakal maju dalam bursa Pemilihan Wali Kota Mataram, Kamis (30/4/2026).

​Langkah ini diambil guna memastikan seluruh tugas kedewanan berjalan optimal tanpa terganggu oleh spekulasi jabatan eksekutif yang mulai ramai dibicarakan publik. Ia menilai integritas seorang legislator diuji melalui konsistensi dalam mengawal kebijakan daerah.

​“Saya masih belum ke arah sana untuk urusan pencalonan,” ujar Didi Sumardi saat memberikan keterangan terkait isu yang berkembang.

​Tokoh berpengaruh di partai beringin ini memilih untuk memperkuat sinergi demi mendukung penuntasan program kerja Wali Kota Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota TGH Mujiburrahman. Upaya tersebut dianggap krusial demi menjamin keberhasilan target pembangunan.

​Didi merasa apresiasi hangat masyarakat di berbagai kunjungan lapangan merupakan bentuk dukungan atas pengabdiannya saat ini, bukan desakan untuk segera berkompetisi. Ia mengingatkan bahwa sisa masa jabatan pemerintahan saat ini masih sangat panjang.

​“Masa kepemimpinan Pak Wali masih lama, sekitar tiga tahun lebih lagi,” katanya.

​Politisi kawakan ini mengajak seluruh elemen untuk menciptakan suasana politik yang tetap produktif dan tidak terjebak dalam pembicaraan figur secara prematur. Dirinya ingin agar masyarakat lebih fokus mengawal capaian kerja pemerintah yang sedang berjalan.

​Fokus utama saat ini adalah memastikan target-target besar pembangunan di Kota Mataram tercapai secara presisi melalui dorongan legislasi yang kuat. Sinkronisasi kebijakan dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan wilayah.

​“Kita harus lebih fokus bagaimana membangun Kota Mataram dengan target yang jelas,” ujarnya.

​Didi juga memberikan perhatian serius pada tantangan fiskal rendah yang menuntut adanya inovasi dalam optimalisasi pendapatan daerah. Dorongan terhadap sektor ekonomi kerakyatan harus terus diperkuat agar daya beli masyarakat tetap terjaga stabil.

​Persoalan kemiskinan dan berbagai masalah sosial perkotaan lainnya menjadi fokus utama yang harus segera dicarikan solusi konkret melalui kebijakan yang tepat sasaran. Ia mendorong adanya penguatan jaring pengaman sosial yang lebih inklusif bagi warga.

​“Kita harus memberikan dorongan terhadap optimalisasi bidang ekonomi dan menyelesaikan PR kemiskinan,” katanya.

​Penanganan isu stunting tetap menjadi agenda genting yang memerlukan kolaborasi lintas sektor guna mencetak generasi masa depan yang berkualitas. Kesejahteraan masyarakat secara luas harus tetap menjadi komitmen tertinggi di atas segala isu jabatan*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU